Brigade al-Qassam Eksekusi 3 Mata-Mata Israel di Gaza
POROS PERLAWANAN – Pasukan Keamanan Perlawanan Palestina di Gaza pada hari Minggu 21 September telah mengeksekusi tiga orang atas tuduhan aksi mata-mata untuk Rezim Zionis.
Dikutip Fars dari sumber-sumber lokal. komandan Perlawanan yang hadir di tempat eksekusi melayangkan ancaman kepada Yasser Abu Shabab, yang merupakan mata-mata terbesar, bersama dengan Rami Halas dan Ahmad Jundiyah, bahwa mereka bakal bernasib serupa.
Langkah ini mendapat respons positif dari masyarakat yang hadir di lokasi eksekusi. Setelah eksekusi, para hadirin meneriakkan slogan-slogan yang mendukung tindakan Brigade al-Qassam (sayap militer Hamas). Slogan-slogan ini menunjukkan dukungan penuh masyarakat terhadap perlawanan Palestina.
Dalam prosesi tersebut, Pasukan Keamanan Hamas mengirimkan pesan peringatan kepada Yasser Abu Shabab dan para antek bayaran Shin Bet. Pesan-pesan ini menunjukkan bahwa kelompok-kelompok Perlawanan telah memperkuat tekad mereka untuk menghadapi spionase dan ancaman terhadap keamanan warga sipil.
Pekan lalu. Perlawanan Palestina mengumumkan identifikasi enam agen infiltran Israel dan eksekusi mereka di utara Gaza. Sembari mengumumkan nama-nama mereka, Perlawanan Palestina menyatakan bahwa individu-individu tersebut dituduh terlibat dalam pembocoran informasi sensitif, penyerahan peralatan militer, dan partisipasi langsung dalam teror terhadap 2 pejuang Perlawanan di kawasan Bet Hanoun dan Bet Lahiya.
Dalam statemennya, Perlawanan Palestina telah memperingatkan bahwa penyebaran nama-nama baru dari mata-mata aktif di utara Gaza akan terus berlanjut. Perlawanan memberikan “kesempatan terakhir” kepada individu-individu yang tersisa untuk menyerahkan diri kepada Perlawanan.
Unit Keamanan Perlawanan telah memperingatkan soal peningkatan aktivitas kelompok-kelompok antek dan para agen infiltran di Jalur Gaza. Menurut informasi keamanan, kelompok-kelompok ini telah menculik sejumlah pejuang dalam rangka rencana musuh untuk menargetkan pasukan Perlawanan dan menciptakan ketidakstabilan di lapangan.
