Loading

Ketik untuk mencari

Eropa Yaman

Anggota Parlemen Uni Eropa ini Sadar Telah Jadi Sekutu Saudi dan UEA dalam Kejahatan Genosida di Yaman

Anggota Parlemen Uni Eropa ini Sadar Telah Jadi Sekutu Saudi dan UEA dalam Kejahatan Genosida di Yaman

POROS PERLAWANAN – Seorang anggota Parlemen Eropa dari Irlandia, Mick Wallace melalui laman Twitter-nya mengkritik standar ganda Eropa terkait HAM.

“Uni Eropa memberi hadiah kepada pihak oposisi di Belarusia hanya karena negara ini sepaham dengan Rusia. Saat kita bisa menendang China dan Iran, kita menjadi pencinta HAM. Namun kita tidak bisa membahas (krisis) Yaman di Parlemen, sebab kita adalah sekutu genosida yang dilakukan Saudi dan UEA di Yaman, yang telah menewaskan ratusan ribu orang dan membuat lapar jutaan orang lainnya,” cuit Wallace, seperti dilansir Fars.

AS dan negara-negara Eropa adalah salah satu pemasok utama persenjataan Koalisi Saudi dalam agresi ke Yaman; agresi yang telah memasuki tahun ke-6.

Organisasi Pertanian dan Pangan PBB (FAO) baru-baru ini memperingatkan, sedikitnya 5 juta rakyat Yaman “kemungkinan hanya satu langkah menuju paceklik di tahun mendatang”.

Dalam statemen yang dipublikasikan di laman Twitter-nya, FAO menyatakan bahwa lebih dari separuh populasi di Yaman akan mengalami kelaparan di tahun 2021 lebih parah dari sebelumnya.

Pada Maret tahun 2015 lalu, Saudi memimpin sebuah koalisi militer yang didukung AS dan melakukan agresi ke Yaman. Riyadh berdalih, agresi itu dilakukan demi mengembalikan Presiden “Tersingkir” Yaman, Mansour Hadi.

Koalisi Saudi memberlakukan blokade darat, laut, dan udara atas Yaman. Meski demikian, tak satu pun dari tujuan Koalisi Saudi yang terwujud hingga kini.

Agresi tersebut hanya “menghasilkan” terbunuh dan terlukanya puluhan ribu warga Yaman serta terlunta-luntanya jutaan orang. Agresi ini juga telah menghancurkan infrastruktur negara tersebut serta memicu kelaparan dan penyakit menular.

Hingga kini, para pejabat Saudi berkali-kali mengklaim akan melakukan gencatan senjata. Namun mereka tidak pernah mengurangi intensitas serangan atau mencabut blokade. Dalam sebagian kasus, gencatan senjata justru dijadikan taktik untuk meningkatkan serangan.

Tags:

Fatal error: Allowed memory size of 134217728 bytes exhausted (tried to allocate 20480 bytes) in /www/wwwroot/porosperlawanan.com/public_html/wp-includes/wp-db.php on line 2135