Asal Bukan Manuver Politik, Langkah Biden Setop Jual Senjata ke Saudi Bisa Perbaiki Kesalahan Trump - POROS PERLAWANAN
Loading

Ketik untuk mencari

Yaman

Asal Bukan Manuver Politik, Langkah Biden Setop Jual Senjata ke Saudi Bisa Perbaiki Kesalahan Trump

POROS PERLAWANAN – Dilansir Press TV, Iran mengatakan bahwa sikap AS yang baru dideklarasikan terkait perang Yaman dapat menjadi “langkah untuk memperbaiki kesalahan masa lalu” asalkan itu bukan sekadar manuver politik, menegaskan kembali dukungannya untuk setiap upaya yang akan mengakhiri dukungan untuk kekuatan agresif.

“Mengakhiri dukungan dan menghentikan penjualan senjata ke koalisi Saudi, jika bukan merupakan manuver politik, bisa menjadi langkah untuk memperbaiki kesalahan masa lalu,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Saeed Khatibzadeh pada Sabtu.

Ini saja tidak akan menyelesaikan masalah di Yaman, kata pejabat itu, menekankan perlunya pencabutan blokade udara, laut, dan darat negara, yang telah menyebabkan kematian ribuan orang Yaman karena kekurangan makanan dan obat-obatan.

“Serangan militer di Yaman oleh negara-negara agresif pimpinan Saudi juga harus dihentikan,” katanya.

Dalam pidatonya selama kunjungan pertamanya ke Departemen Luar Negeri pada Kamis, Presiden Joe Biden mengatakan AS mengakhiri dukungannya untuk perang yang dipimpin Saudi di Yaman, tetapi menambahkan bahwa Washington akan terus membantu Riyadh mempertahankan kedaulatan dan wilayahnya.

Dalam kebalikan dari kebijakan luar negeri pemerintahan mantan Presiden Donald Trump, Biden menambahkan, “Perang ini harus diakhiri. Untuk menggarisbawahi komitmen kami, kami mengakhiri semua dukungan Amerika untuk operasi ofensif dalam perang di Yaman, termasuk penjualan senjata terkait.”

Di bagian lain dalam sambutannya, Khatibzadeh mengatakan komunitas internasional dan negara-negara tertentu yang terlibat dalam kejahatan Riyadh terhadap warga Yaman perlu mengakhiri dukungan logistik dan perangkat keras militer mereka untuk Arab Saudi dan mencegah berlanjutnya bencana kemanusiaan di negara tersebut.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *