Asosiasi Ulama Syiah Turki: Imam Khamenei adalah Garis Merah Kami!
POROS PERLAWANAN – Asosiasi Ulama Ahlulbait Turki dalam pernyataannya mengutuk setiap rencana AS untuk mengusik Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei.
“Saat ini, umat manusia, khususnya Dunia Islam, sedang melewati salah satu titik kritis paling sensitif dalam sejarahnya. Batas antara kebenaran dan kebohongan, yang melampaui Timur Tengah, telah menjadi jelas di seluruh dunia dengan kejelasan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Dua front kini telah berhadapan satu sama lain,” demikian disebutkan dalam pernyataan tersebut, diberitakan Tasnim.
“Bagi setiap orang yang berakal dan beriman, jelas bahwa ujung tombak penindasan dan arogansi berada di tangan AS Si Setan Besar dan anak haramnya, Rezim Pendudukan Zionis. Di sisi lain, Front Perlawanan yang mulia, di bawah kepemimpinan dan perintah yang bijaksana dari Imam Khamenei, telah bangkit sebagai garda terdepan front kebenaran untuk mewujudkan keadilan dan pembebasan bagi kaum tertindas.”
“Pada titik kritis ini, melawan penindas dan membantu yang tertindas adalah kewajiban agama dan kemanusiaan bagi semua orang merdeka di dunia. Kami sekali lagi menyatakan bahwa dari Palestina hingga Yaman, dari Lebanon dan Suriah hingga Myanmar dan Venezuela, kami akan tetap menjadi pendukung dan pembela bagi kaum yang tertindas di seluruh dunia.”
“Kami dengan tegas memperingatkan kekuatan-kekuatan arogan: kesucian-kesucian Islam dan posisi mulia kepemimpinan agama, yang saat ini dipegang oleh Yang Mulia Ayatullah Khamenei, adalah garis merah mutlak dan vital bagi kami. Jika kekuatan-kekuatan arogan sedikit pun peduli akan kelangsungan hidup mereka, mereka harus menghilangkan pikiran untuk melanggar garih merah ini dari benak mereka. Jika tidak, mereka akan menghadapi badai kemarahan suci yang akan membawa konsekuensi yang menghancurkan dan tak terbayangkan.”
“Kami memohon kepada Allah Yang Maha Kuasa untuk kemenangan akhir front kebenaran dan persatuan umat Islam.”
“Asosiasi Ulama Ahlulbait Turki (Ehla-Der) – Istanbul, 22 Januari 2026.”
Selain itu, para ulama Ja’fari juga merilis statemen kecaman atas ancaman terhadap Pemimpin Tertinggi Iran.
Statemen tersebut berbunyi:
“’Allah tidak akan pernah menjadikan orang-orang kafir lebih unggul daripada orang-orang beriman.’ (Surah Al-Nisa, ayat 141). Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Kami dengan tegas mengecam pernyataan menghina dan tidak hormat yang dilontarkan oleh Presiden AS terhadap Ayatullah Sayyid Ali Khamenei, salah satu marja’ terkemuka umat Islam.”
“Digunakannya bahasa yang menghina dan mengancam oleh seorang tokoh politik terhadap pemimpin agama yang dihormati oleh jutaan Muslim bukan hanya penghinaan pribadi, tetapi juga serangan terang-terangan terhadap keyakinan, kehendak rakyat, dan prinsip penghormatan internasional.”
“Legitimasi pemimpin agama bukan ditentukan oleh retorika kekuatan dunia, tetapi oleh pengetahuan, ketakwaan, dan kompetensi. Tidak ada yang berhak menghakimi pemimpin spiritual negara lain. Kejahatan yang dilakukan AS dan kekuatan imperialis di Afghanistan, Irak, dan Palestina adalah indikasi jelas untuk apa yang akan mereka lakukan di negara-negara Islam di masa depan. Kami menolak dan mengutuk keras pernyataan-pernyataan tidak bertanggung jawab dan provokatif ini!”
