Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Araghchi Menjawab Zelensky: Iran Tak akan Mengemis Kepada Asing

POROS PERLAWANAN — Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi melontarkan respons keras terhadap Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky melalui unggahan di platform X, dengan menegaskan bahwa Iran mampu mempertahankan diri tanpa bergantung pada kekuatan asing.

Dalam unggahan tersebut, Araghchi menyindir Militer Ukraina yang dinilai mengandalkan dukungan eksternal dan tentara bayaran. Araghchi juga menyebut Zelensky menyedot dana pembayar pajak Amerika Serikat dan Eropa untuk kepentingan elite militer korup, sekaligus mengkritik posisi Ukraina dalam isu hukum internasional.

Al Mayadeen, dalam laporan tertanggal 23 Januari, ditulis oleh Mujtaba Haidari menilai unggahan itu bukan respons diplomatik tradisional, melainkan serangan retorika yang diperhitungkan di tengah momentum politik yang sensitif. Media tersebut menyebut Iran tampak menggeser narasi dari posisi defensif menjadi ofensif, dari membela diri menjadi membongkar legitimasi lawan.

Araghchi, dalam cuitannya, tidak hanya menempatkan Zelensky sebagai Kepala Negara, tetapi juga menggambarkannya sebagai simbol Pemerintahan yang bergantung pada dukungan negara-negara Barat. Perbandingan yang disampaikan bukan semata soal militer, melainkan menyentuh dimensi politik dan moral: antara kedaulatan nasional dan ketergantungan pada kekuatan asing.

Lebih jauh, Araghchi menggunakan rujukan terhadap Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk membalik klaim legitimasi yang selama ini dikedepankan Ukraina dan negara-negara Barat. Menurut Araghchi, Ukraina tidak berhak mengeklaim status “pembelaan diri yang sah”, dan tindakan Ukraina justru disebut sebagai pelanggaran terhadap piagam tersebut. Sebaliknya, Araghchi menegaskan bahwa Iran memiliki legitimasi untuk membela diri.

Mujtaba Haidari menilai pendekatan itu bukan kebetulan linguistik, melainkan strategi: menggunakan perangkat hukum internasional yang sama untuk meruntuhkan argumen Barat dari dalam.

Sorotan paling tajam muncul ketika Araghchi menyebut Zelensky “menguras kantong” pembayar pajak AS dan Eropa demi mengisi kantong para jenderal korup. Pernyataan itu dinilai menyasar langsung opini publik Barat, dengan pesan tersirat bahwa dana besar untuk perang tidak menguntungkan publik, melainkan menguntungkan elite politik dan militer.

Dalam narasi tersebut, Araghchi tidak hanya menyoroti kebijakan Ukraina, tetapi juga berupaya melemahkan citra moral Zelensky yang selama ini dipandang sebagai simbol perlawanan, dengan melabelinya sebagai pemimpin yang bertahan lewat dukungan luar dan mengeksploitasi status korban demi kelanjutan konflik.

Secara eksternal, Araghchi tampil membawa retorika yang mengeklaim mewakili negara-negara non-Barat yang menilai kebijakan Amerika penuh standar ganda. Sementara secara internal, Araghchi menekankan Iran sebagai negara yang berdiri mandiri, tanpa meminta bantuan militer dari luar maupun mengundang pasukan asing.

Unggahan tersebut memperlihatkan bahwa persaingan tidak lagi hanya terjadi di medan tempur, tetapi juga di medan narasi termasuk soal legitimasi, moralitas, dan hukum internasional.

Isi Cuitan Abbas Araghchi di X

“Tidak seperti tentara Anda yang bergantung pada pihak asing, yang penuh dengan tentara bayaran, kami tahu betul bagaimana membela diri, dan kami sama sekali tidak perlu meminta bantuan kepada orang asing.

Zelensky telah menguras kantong para pembayar pajak Amerika dan Eropa untuk mengisi kantong para jenderal korupnya dan untuk menghadapi apa yang disebut sebagai agresi ilegal terhadap negaranya yang melanggar Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Zelensky tanpa malu-malu menyerukan agresi ilegal AS terhadap Iran yang melanggar Piagam PBB itu sendiri.”

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *