Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Ben Gvir dan Partainya Mundur dari Kabinet Israel sebagai Protes terhadap Kesepakatan Gaza

POROS PERLAWANAN – Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben Gvir mengumumkan pada Minggu 19 Januari, bahwa seluruh anggota Kabinet dari partainya, Otzma Yehudit (Kekuatan Yahudi), telah mengundurkan diri sebagai bentuk protes terhadap kesepakatan gencatan senjata di Gaza.

Ben Gvir, yang sejak awal menentang keras kesepakatan tersebut, menyebutnya sebagai “kesepakatan buruk” dan menuding bahwa hal itu merupakan bentuk “penyerahan” kepada Kelompok Perlawanan Palestina. Dalam konferensi pers di Tel Aviv pada Kamis lalu, ia memperingatkan bahwa dirinya akan mundur jika kesepakatan tersebut disetujui oleh Rezim Netanyahu, demikian menurut Associated Press (AP).

Meskipun pengunduran diri Partai Otzma Yehudit tidak serta-merta menyebabkan runtuhnya koalisi pemerintahan Perdana Menteri Benyamin Netanyahu, langkah tersebut dinilai dapat memperlemah stabilitas politik dan meningkatkan tekanan pada koalisi yang tersisa.

Latar Belakang Kesepakatan Gencatan Senjata

Kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi oleh Qatar, Mesir, dan Amerika Serikat ini dijadwalkan berlangsung selama 42 hari, mulai Minggu 19 Januari. Kesepakatan ini mencakup tiga tahap, dengan tahap pertama berlangsung selama enam minggu dan melibatkan pertukaran 33 tahanan Israel—terdiri dari perempuan, anak-anak, lansia, dan orang sakit—dengan sejumlah tahanan Palestina. Selain itu, kesepakatan juga mencakup penarikan bertahap pasukan Israel dari Jalur Gaza.

Implikasi Politik dari Pengunduran Diri Ben Gvir

Keputusan Ben Gvir untuk meninggalkan Kabinet diperkirakan akan berdampak pada dinamika politik di Israel. Meskipun Netanyahu masih memiliki mayoritas di parlemen, keluarnya Otzma Yehudit dapat memperdalam perpecahan dalam koalisi dan meningkatkan tekanan dari kelompok sayap kanan yang menentang kesepakatan gencatan senjata.

Sementara itu, para analis memperkirakan bahwa langkah Ben Gvir ini bertujuan untuk memperkuat dukungan politiknya di kalangan sayap kanan menjelang potensi Pemilu di masa mendatang.

Tags: