Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Hamas Beri Hadiah Kenang-kenangan kepada Tiga Tawanan Israel yang Dibebaskan

POROS PERLAWANAN – Gambar-gambar dan video yang beredar dari momen pembebasan tiga wanita Israel yang ditawan Hamas menunjukkan bahwa mereka masing-masing menerima sebuah paket dari pejuang Brigade Izzuddin al-Qassam.

Dilansir Kantor Berita Farsnews pada Senin 20 Januari, media Israel melaporkan bahwa Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) memberikan hadiah kenang-kenangan kepada tiga wanita Israel yang dibebaskan pada Minggu 19 Januari dalam tahap pertama kesepakatan gencatan senjata di Jalur Gaza.

Menurut laporan dari saluran berita Israel Kan, ketiga wanita tersebut membawa hadiah dari Hamas saat mereka melintasi perbatasan menuju Israel.

Hadiah yang diberikan berupa “sertifikat penghargaan atas keberangkatan dari Gaza”, “penilaian keterampilan membaca bahasa Arab”, “peta Palestina”, serta “foto-foto mereka selama masa penahanan”.

Publikasi gambar dan video para wanita tersebut yang tampak menerima hadiah dengan kondisi baik dan penuh semangat telah memicu reaksi keras dari kalangan aktivis media Israel.

Sebelumnya, militer Israel dalam sebuah pernyataan pada Minggu mengonfirmasi bahwa mereka telah menerima tiga wanita tawanan dari tim Komite Palang Merah Internasional. Pembebasan ini merupakan bagian dari tahap awal kesepakatan pertukaran tahanan antara Hamas dan Israel.

Militer Israel menyatakan bahwa kondisi ketiga wanita tersebut dalam keadaan baik. Hal ini berbeda dengan kondisi para tahanan Palestina yang sebelumnya dibebaskan dari penjara Israel, yang banyak di antara mereka menunjukkan tanda-tanda penyiksaan, perlakuan buruk, dan kekurangan gizi. Beberapa di antaranya bahkan dibebaskan dalam kondisi mental yang buruk.

Perlakuan baik Hamas terhadap tawanan Israel bukan kali ini saja terjadi. Pada November 2023, Hamas telah membebaskan sejumlah tawanan dalam rangka kesepakatan gencatan senjata pertama yang berlangsung hingga awal Desember 2023. Saat itu, perlakuan Hamas terhadap para tawanan selama masa penahanan mereka mendapat sorotan luas.

Berdasarkan laporan media dan kesaksian beberapa tawanan yang dibebaskan saat itu, Hamas disebut telah memenuhi kebutuhan dasar mereka, seperti makanan, layanan kesehatan, dan perlakuan yang manusiawi.

Kesepakatan gencatan senjata antara Hamas dan Israel mulai berlaku pada Minggu pagi 19 Januari, dengan tahap pertama dijadwalkan berlangsung selama 42 hari. Selama periode ini, perundingan akan dilakukan untuk mempersiapkan tahap kedua dan ketiga.

Sebagai bagian dari kesepakatan tersebut, Israel dijadwalkan membebaskan 90 tahanan Palestina, termasuk 21 anak-anak, pada Minggu malam, sebagai imbalan atas pembebasan tiga wanita tawanan oleh Hamas.

Tags: