Loading

Ketik untuk mencari

Suriah

Damaskus: Tak Hanya AS, Rusia pun Tak Berhak Dikte Suriah Cara Jalin Hubungan dengan Iran, Hizbullah dan Palestina

Damaskus: Tak Hanya AS, Rusia pun Tak Berhak Dikte Suriah Cara Jalin Hubungan dengan Iran, Hizbullah dan Palestina

POROS PERLAWANAN – Penasihat Khusus Presiden Suriah, Bouthaina Shaaban dalam wawancara dengan al-Mayadeen memaparkan dialog delegasi Suriah dengan pejabat Rusia di Moskow, juga terkait perkembangan di Kawasan.

Ia menanggapi tren normalisasi sejumlah Rezim Arab dengan Israel, yang dilakukan di bawah pengawasan Pemerintah Donald Trump.

Shaaban mengatakan, ”Apa yang dirancang oleh AS bukan sebuah takdir yang niscaya. Bangsa-bangsa bisa mementahkan rencana-rencana Washington tersebut.”

“AS hanya menghendaki antek-antek yang mau melakukan apa pun yang diinginkannya,” kata Shaaban.

“AS-lah yang melakukan agresi ke wilayah Suriah. Statemen Wakil Khusus AS di Suriah, James Jeffrey sama tidak berharganya dengan tinta yang ia gunakan untuk menulis statemennya. Suriah tidak akan mundur dari kedaulatan dan kemerdekaannya,” tandas Shaaban.

Jeffrey menyarankan Presiden terpilih AS, Joe Biden, untuk melanjutkan kebijakan Trump terhadap Suriah dan Turki.

Kepada situs Defense One, Jeffrey mengatakan bahwa keputusan Trump pada tahun 2019 untuk menarik Tentara AS dari Suriah mengejutkan semua orang. Namun akhirnya ia setuju untuk mempertahankan lebih dari 200 serdadu di Suriah.

Shaaban juga menegaskan, tak seorang pun bisa mendikte Damaskus bagaimana ia menjalin hubungan dengan Iran, Hizbullah, dan para pejuang Palestina.

“(Tak hanya AS) Rusia pun tidak bisa meminta Suriah untuk mengusir Iran atau Hizbullah dari wilayahnya, sebab masalah ini sama sekali tidak digulirkan (dalam dialog antara Damaskus dan Moskow),” kata Shaaban.

Terkait Pemerintahan Joe Biden, Shaaban mengatakan bahwa harus dilihat dahulu apa kebijakan yang diambil Pemerintah baru AS. Namun, tegasnya, yang penting bagi Suriah adalah AS angkat kaki dari wilayahnya.

“Kami tidak berharap banyak dari Pemerintahan baru AS. Kawasan kita telah dibuat sengsara baik oleh Partai Republik atau Demokrat,” tandasnya.

Shaaban menyebut bahwa kondisi di Suriah berkaitan dengan situasi di Kawasan dan dunia. Ia menegaskan, apa yang tengah terjadi di Dunia Arab tidak akan menguntungkan negara-negara yang berkompromi dengan Israel.

“Tidak ada pilihan selain berkomitmen kepada norma Palestina dan merebut kembali wilayah-wilayah kami yang diduduki,” pungkasnya.

Tags: