Loading

Ketik untuk mencari

Opini

Dengan Dalih dan Skenario Macam Apa pun, Israel ‘Gali Kuburnya Sendiri’ jika Nekat Berkonflik dengan Iran

Dengan Dalih dan Skenario Macam Apa pun, Israel 'Gali Kuburnya Sendiri' jika Nekat Berkonflik dengan Iran

POROS PERLAWANAN – Dilansir al-Alam, sebuah kapal Israel, yang pemiliknya adalah orang dekat Direktur Mossad Yossi Cohen, membuang sauh di pelabuhan Dammam, Saudi beberapa waktu lalu.

Saat menuju Singapura, kapal MV Helios Ray itu diserang oleh pihak tak dikenal. Kapal kargo itu pun dipindahkan ke pelabuhan Rashid di UEA untuk mengetahui kadar kerusakan yang dialaminya.

Semua informasi ini diberitakan oleh media-media dan petinggi Rezim Zionis. Para sekutu Tel Aviv di Saudi dan UEA pun serempak membenarkan info tersebut.

Tak lama berselang, media dan para petinggi itu, tanpa memberikan satu bukti apa pun, langsung menuding Iran sebagai dalang serangan tersebut.

Benyamin Netanyahu secara terbuka menyatakan serangan itu dilakukan Iran. Sedangkan Menteri Perang Benny Gantz berargumen, serangan terjadi di dekat wilayah Iran, maka pasti orang Iran yang melakukannya!

Para pakar berpendapat, cerita serangan ke kapal dibuat dan dikarang oleh Mossad. Dengan menuding Iran sebagai ancaman bagi perjalanan maritim internasional, Presiden AS Joe Biden diharapkan batal mengembalikan AS ke JCPOA.

Ini serupa dengan cara Klan Saud dalam perang enam tahun di Yaman, bahwa tiap kali menderita kekalahan dari para pejuang Yaman, Riyadh pun menggunakan cara ini.

Para pakar pun mengolok-olok sebagian negara Arab di Teluk Persia, yang satu suara dengan Tel Aviv dalam menyudutkan Teheran dengan harapan bahwa Israel bisa melindungi mereka dari “ancaman Iran”, padahal Rezim Zionis sendiri masih butuh pelindung.

Oleh sebab itu, para pakar meyakini bahwa cerita serangan ini adalah karangan Israel sendiri, sehingga dari satu sisi berharap mendapat simpati dari Pemerintahan Biden, dan dari sisi lain, menutupi kelemahan Badan Intelijennya, yang hingga kini belum mampu menemukan petunjuk terkait insiden itu.

Sebagian lain berkata, tujuan Israel dari tindakan ini adalah mempersiapkan lahan untuk membatasi pergerakan tanker-tanker Iran serta mencegah ekspor minyak Iran jika AS kembali ke JCPOA dan diizinkannya Teheran untuk mengekspor emas hitam ini.

Para pakar menegaskan, jika Rezim Zionis berpikiran semacam ini, maka itu benar-benar tak lebih dari khayalan belaka dan akan mencelakakan dirinya sendiri. Sebab, Israel memenuhi 90 persen kebutuhannya dari jalur laut dan tidak memiliki jalur darat dengan dunia luar.

Di lain pihak, Iran seperti benua, yang memiliki banyak jalur darat dengan negara-negara lain. Iran juga bisa memantau perlintasan laut di Bab al-Mandeb dan Laut Merah, yang merupakan jalur vital untuk memasok kebutuhan Israel.

Sebab itu, jika terjadi pertempuran laut antara Iran dan Israel, itu akan menyebabkan perusahaan transportasi laut dan asuransi enggan mengirim barang ke Israel. Atau, mereka akan mengirimnya dengan biaya super mahal. Dalam kondisi apa pun, tindakan ini akan membuat Israel “menggali kuburnya sendiri”.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *