Loading

Ketik untuk mencari

Eropa

File Audio Bocor ke Media Ungkap Borok Kemunafikan Menlu Inggris yang Lebih Utamakan Bisnis Ketimbang HAM

File Audio Bocor ke Media Ungkap Borok Kemunafikan Menlu Inggris yang Lebih Utamakan Bisnis Ketimbang HAM

POROS PERLAWANAN – Dalam sebuah file audio yang bocor ke sejumlah media, seperti Independent, Menlu Inggris Dominic Raab mengimbau para pejabat negaranya agar tidak memerhatikan soal HAM saat berbisnis dengan negara-negara lain.

Dilansir Fars, Raab berkata bahwa jika Inggris ingin membatasi hubungan dagangnya dengan negara-negara yang standar mereka sesuai Konvensi HAM Eropa, maka London akan kehilangan sejumlah pasar yang tengah berkembang.

“Saya meyakini bahwa kita harus berdagang secara bebas di seluruh dunia. Jika kita membatasi perdagangan kita dengan negara-negara yang sesuai dengan standar Konvensi HAM Eropa, di masa depan kita akan kehilangan banyak peluang bisnis dengan ekonomi-ekonomi yang sedang berkembang,” ujar Raab dalam file audio yang tersebar tersebut.

Badan Amnesti Internasional kontan menanggapi pernyataan Menlu Inggris tersebut. Badan ini menyatakan, ”Kecenderungan untuk mengorbankan HAM demi perdagangan semacam ini sangat mengejutkan, namun sayangnya tidak mengherankan. Statemen ini selaras dengan perilaku memprihatinkan negara ini (Inggris) dalam bidang HAM.”

Badan Amnesti Internasional mengingatkan Inggris bahwa perdagangan yang melanggar HAM tidak akan bisa langgeng.

Inggris adalah salah satu penyedia alutsista bagi Saudi dalam agresinya ke Yaman. Sejak dimulainya agresi, Inggris telah mengeluarkan izin penjualan senjata senilai miliaran dolar, yang meliputi jet tempur, bom, dan rudal, kepada Saudi.

Di dalam Inggris sendiri ada banyak kelompok HAM yang mendesak London untuk menghentikan penjualan senjata ke Saudi dan UEA.

Baru-baru ini, kemunafikan negara monarki ini juga kembali terlihat saat PM Boris Johnson menyatakan akan menambah cadangan hulu ledak nuklirnya hingga lebih dari 40 persen.

Di masa lalu, Pemerintah Inggris telah mengurangi jumlah senjata nuklirnya. Pada tahun 2010, Inggris mengumumkan akan membatasi jumlah hulu ledak nuklirnya pada angka 180 buah saja pada dekade 2020.

Namun Pemerintahan Johnson membatalkan pembatasan ini. Sebaliknya London menyatakan bahwa dalam beberapa tahun mendatang, jumlah hulu ledak nuklir Inggris akan ditambah menjadi 260 buah.

Menlu Iran, Javad Zarif pun menyindir pedas keputusan Inggris ini. Melalui Twitter, ia mencuit, ”Boris Johnson telah melakukan puncak kemunafikan. Dia mengaku khawatir soal pengembangan senjata nuklir oleh Iran, padahal di hari yang sama ia mengumumkan bahwa negaranya akan menambah cadangan senjata nuklirnya”.

“Berlawanan dengan Inggris dan para sekutunya, Iran berkeyakinan bahwa senjata-senjata nuklir dan semua senjata pemusnah massal adalah biadab dan mesti ditumpas habis”, tandasnya.

Tags:

1 Komentar

  1. oxvow.com Maret 24, 2021

    recommended content, i like it

    Balas

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *