Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Hajj Ramazan Gugur: Iran Kehilangan Arsitek Dukungan Strategis untuk Perlawanan Palestina

Hajj Ramazan Gugur: Iran Kehilangan Arsitek Dukungan Strategis untuk Perlawanan Palestina

POROS PERLAWANAN – Dilansir Al Mayadeen, Iran berduka atas gugurnya Brigadir Jenderal Mohammad Said Izadi, atau yang lebih dikenal dengan nama samaran Hajj Ramazan, dalam serangan udara yang dilakukan oleh Israel di kota suci Qom. Izadi merupakan Kepala Unit Palestina dalam Pasukan Quds IRGC dan tokoh sentral dalam koordinasi Iran dengan berbagai Kelompok Perlawanan Palestina, termasuk Hamas dan Jihad Islam Palestina (PIJ).

Sebagai salah satu tokoh bayangan dalam struktur Militer Iran, Izadi memegang peran strategis dalam membangun dan memperkuat jaringan Perlawanan di Kawasan. Ia dikenal karena kepiawaiannya dalam logistik militer, operasi intelijen, serta pelatihan gerilya untuk faksi-faksi Perlawanan di Gaza, Tepi Barat, Lebanon, dan Suriah. Tak hanya menyuplai senjata, Izadi juga mengatur jalur distribusi teknologi pembuatan roket dan rudal yang digunakan dalam konflik melawan Israel.

Lahir pada 1964, Izadi telah aktif selama lebih dari tiga dekade dalam mendukung Gerakan Perlawanan regional. Dengan pemahaman mendalam atas geografi dan dinamika sosial-politik di Palestina, ia dikenal sebagai salah satu dari sedikit pejabat Iran yang hafal secara rinci peta kamp-kamp pengungsi, masjid, hingga faksi lokal di Gaza.

Menurut laporan media Israel, Izadi diyakini terlibat langsung dalam perencanaan dan persiapan Operasi Badai Al-Aqsa yang diluncurkan Hamas pada 7 Oktober 2023, termasuk pengiriman dana dan persenjataan dari Iran ke Jalur Gaza. Perannya dinilai vital dalam menyatukan berbagai Kelompok Perlawanan di bawah satu koordinasi strategis melawan Pendudukan Israel.

Meski pengumuman resmi dari IRGC tidak menyebutkan waktu dan lokasi kesyahidannya secara detail, Israel mengeklaim telah menargetkan Hajj Ramazan dalam serangan udara pada Sabtu, 21 Juni lalu. Serangan ini juga menjadi bagian dari meningkatnya ketegangan antara Teheran dan Tel Aviv.

Upacara pemakaman Izadi akan digelar pada Sabtu 28 Juni di Iran, bersamaan dengan penghormatan terhadap sejumlah perwira tinggi IRGC lainnya yang gugur dalam operasi terbaru.

Kepergian Izadi menandai kehilangan besar bagi Iran dan Poros Perlawanan, yang kini kehilangan sosok penghubung utama dalam perjuangan melawan pengaruh imperialis dan pendudukan di Kawasan.

Tags: