Hamas Jadikan Gencatan Senjata dan Rekonstruksi Gaza Syarat Pertukaran Tahanan
POROS PERLAWANAN – Seorang pejabat senior Hamas menyampaikan syarat-syarat tegas untuk re-negosiasi dan pertukaran tahanan dengan rezim Pendudukan Israel. Pesan ini sekaligus menjadi penegasan bahwa Perlawanan tidak akan tunduk pada tekanan militer maupun manipulasi politik musuh.
Menurut Samanews Palestina pada Minggu 13 April, Juru Bicara senior Hamas, Taher al-Nunu menyatakan dalam pernyataannya bahwa Hamas siap untuk membebaskan semua tahanan Israel sebagai bagian dari perjanjian pertukaran, namun hanya jika disertai dengan penghentian total agresi militer dan dimulainya rekonstruksi Gaza yang porak poranda akibat perang.
“Apa yang diajukan Israel sejauh ini hanyalah skema untuk mengembalikan tawanan mereka tanpa komitmen nyata terhadap gencatan senjata,” tegas al-Nunu.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pengelolaan Jalur Gaza adalah urusan internal rakyat Palestina sendiri. “Kami menolak segala bentuk keterlibatan atau dominasi kekuatan asing di tanah kami. Gaza bukan wilayah kosong yang bisa dinegosiasikan oleh kekuatan kolonial,” ujar al-Nunu.
Ia juga menekankan bahwa senjata Perlawanan Palestina bukan bagian dari meja negosiasi. “Selama pendudukan masih berlangsung, senjata akan tetap berada di tangan para pejuang. Ini adalah jaminan utama eksistensi dan harga diri bangsa kami.”
Al-Nunu menutup pernyataannya dengan menegaskan inti persoalan bukanlah jumlah tahanan yang akan dipertukarkan, melainkan kegagalan rezim Israel untuk memenuhi komitmennya dalam menghentikan perang dan membuka jalan bagi pemulihan Gaza.
