Hamas Sepakati Usulan Gencatan Senjata Terbaru
POROS PERLAWANAN – Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) secara resmi menyatakan persetujuannya terhadap proposal terbaru gencatan senjata di Jalur Gaza yang diajukan oleh Mesir dan Qatar.
Menurut Kantor Berita Tasnim pada Selasa 19 Agustus, Hamas menyampaikan dalam pernyataan singkat: “Kami, bersama kelompok Palestina lainnya, menyetujui proposal yang kemarin diajukan oleh mediator Mesir dan Qatar.”
Salah satu Pemimpin Hamas, Mahmoud Mardavi menegaskan bahwa Perlawanan menunjukkan fleksibilitas untuk mencapai kesepakatan yang mengakhiri perang dan agresi Israel. Ia menambahkan bahwa keberhasilan implementasi proposal ini bergantung pada apakah Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu kembali menghalanginya sebagaimana di masa lalu.
Sumber yang mengikuti perundingan juga mengonfirmasi bahwa persetujuan Hamas merupakan langkah awal menuju kesepakatan komprehensif guna mengakhiri perang.
Rincian Proposal Gencatan Senjata Qatar–Mesir
Mengutip Al-Mayadeen, yang melaporkan dari sumber Palestina, berikut pokok-pokok isi usulan:
1. Penarikan Pasukan: Israel ditarik mundur hingga sejauh 1.000 meter dari wilayah utara dan timur Jalur Gaza, kecuali di Shuja’iyah dan Beit Lahia.
2. Pertukaran Tahanan: Sebagai imbalan atas pembebasan 10 tahanan Israel yang masih hidup, akan dibebaskan 140 tahanan Palestina dengan vonis seumur hidup serta 60 tahanan Palestina yang dijatuhi hukuman lebih dari 15 tahun penjara.
3. Penataan Ulang Militer: Dilakukan modifikasi terhadap rencana penempatan pasukan Israel di utara dan timur Gaza.
4. Masuknya Bantuan Kemanusiaan: Segera setelah perjanjian berlaku, bantuan dalam jumlah besar akan masuk ke Jalur Gaza berdasarkan kesepakatan 19 Januari 2025. Bantuan mencakup bahan bakar, air, listrik, pembangunan kembali rumah sakit, toko roti, serta mesin pembersih puing. Distribusi akan dikoordinasikan oleh PBB, Bulan Sabit Merah, dan organisasi internasional yang beroperasi di Gaza.
5. Penyeberangan Rafah: Dibuka kembali di kedua sisi sesuai perjanjian sebelumnya.
6. Pembebasan Tahanan: Semua anak-anak dan perempuan Palestina yang ditahan akan dibebaskan.
Proposal ini diajukan di tengah sikap Israel yang secara konsisten menolak gencatan senjata permanen. Sejauh ini, Israel hanya menyetujui satu kali gencatan senjata sementara, yang kemudian dilanggar melalui serangan lanjutan.
