Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Hamas Tegaskan Takkan Ulangi Kesalahan ‘Perjanjian Oslo’

Hamas Tegaskan Takkan Ulangi Kesalahan 'Perjanjian Oslo’

POROS PERLAWANAN – Dilansir Fars, salah satu petinggi Hamas, Usamah Hamdan menyatakan, Perlawanan memutuskan untuk menangguhkan penyerahan tawanan Israel lantaran pelanggaran dari Rezim Zionis. Menurutnya, 90 persen protokol kemanusiaan dalam kesepakatan tidak dijalankan oleh Israel.

“Kami meminta dari mediator untuk menekan Israel agar menjalankan kesepakatan gencatan senjata sepenuhnya. Namun musuh tidak memberikan respons,” kata Hamdan kepada al-Jazeera.

“Perlawanan seharusnya sejak dahulu mengambil sikap terhadap sifat keras kepala Israel. Jika mereka berkomitmen dengan kesepakatan, kami juga akan berkomitmen dengannya.”

“Israel terus melakukan pembohongan. Mereka menargetkan para pengungsi yang pulang ke daerah-daerah mereka. Israel juga menghalangi masuknya perangkat-perangkat yang diperlukan ke Gaza.”

“Pihak mediator tahu Israel berbohong dan tidak menjalankan kesepakatan. Kami tidak akan membiarkan hal ini terus terjadi. Mereka sengaja melanggar butir-butir kesepakatan.”

“Pernyataan Abu Ubaidah adalah langkah peringatan kepada Israel. Kami mengetahui urgensi dan dampak positif pernyataan tersebut.”

“Tuntutan-tuntutan kami sudah siap dan tujuan-tujuan kami juga jelas. Kami berharap tahap kedua yang memperkuat gencatan senjata permanen bisa berlanjut.”

Anggota Kantor Politik Hamas ini menegaskan, keseragaman pandangan Israel dan AS tidak penting bagi Perlawanan. Hamdan menyinggung niat Netanyahu untuk melenyapkan rakyat Palestina, namun gagal mewujudkannya meski telah berusaha selama 15 bulan.

“Pernyataan Trump akan menyulut kericuhan dan kekacauan. Jika dia ingin memperluas Israel, dia bisa melakukannya di negaranya sendiri.”

“Pernyataan Trump tentang Gaza menunjukkan sikap AS yang memandang negara-negara sebagai aset dan komoditas. Jika proyek Israel untuk memindahkan paksa rakyat Palestina berhasil, tidak bakal ada keamanan di Kawasan.”

“Kami meminta dari KTT Liga Arab untuk menentang segala proyek yang melanggar hak bangsa Palestina, terutama pemindahan paksa mereka. Para pimpinan Liga Arab mesti mengambil inisiatif segera untuk merekonstruksi Gaza.”

“Ancaman untuk mencegah masuknya air dan makanan ke Gaza adalah tindakan bodoh, sebab Israel praktis sudah melakukannya sejak awal perang hingga sekarang.”

“Apa yang kami lakukan adalah respons terhadap aksi-aksi Israel, Kami hanya berkomitmen dengan apa yang telah disepakati.”

“Kami tidak akan mengalah kepada musuh. Kesalahan Perjanjian Oslo tidak bakal terulang kembali,” tegas Hamdan.

Tags: