Houthi Kritik KTT Riyadh yang Tidak Berani Mengutuk Israel sebagai Teroris
POROS PERLAWANAN – Anggota Dewan Politik Tertinggi Yaman, Mohamed Ali al-Houthi melontarkan kritik tajam terhadap pernyataan akhir yang dikeluarkan dalam KTT darurat para pemimpin Islam dan Arab di Riyadh. Al-Houthi menyoroti bahwa pernyataan tersebut tidak menunjukkan sikap tegas dalam mengecam agresi Israel di Gaza dan Lebanon, serta gagal memasukkan Israel ke dalam daftar teroris.
Dalam pernyataannya pada Selasa dini hari 12 November, al-Houthi mengatakan, “Seharusnya negara-negara yang hadir dalam KTT Riyadh memasukkan Israel sebagai musuh dalam daftar teroris mereka.”
Melalui laporan yang disiarkan stasiun televisi al-Masirah, al-Houthi mempertanyakan konsistensi para pemimpin Arab yang, menurutnya, hanya menyerukan penerapan resolusi internasional tanpa tindakan nyata untuk mewujudkannya. “Bagaimana para pemimpin Arab bisa menyerukan penerapan resolusi internasional tanpa langkah konkret untuk melaksanakannya?” ujarnya.
Al-Houthi juga mengkritik sikap KTT yang hanya menyerukan gencatan senjata, namun mengabaikan perlunya pertanggungjawaban Israel atas kejahatan yang telah dilakukannya di Gaza dan Lebanon.
Lebih lanjut, ia menyoroti bahwa pernyataan akhir tersebut juga mengabaikan hubungan antara rezim-rezim Arab dan Amerika Serikat, yang menurutnya menjadi mitra utama dalam tindakan genosida terhadap rakyat Palestina di Gaza.
