Hubungan Aljazair-Prancis Memanas, 12 Staf Kedubes Prancis Dinyatakan ‘Persona Non Grata’
POROS PERLAWANAN – Kemenlu Aljazair menyatakan 12 staf Kedubes dan perwakilan konsulat Prancis sebagai “orang yang tak diinginkan (persona non grata).” Mereka diultimatum untuk angkat kaki dari Aljazair dalam tempo 24 jam.
Diberitakan Fars, Kemenlu Aljazair dalam statemennya mengumumkan, tindakan ini diambil menyusul penangkapan ilegal seorang pegawai Konsulat Aljazair di sebuah jalan oleh Kemendagri Prancis pada 8 April silam.
Menurut Kemenlu Aljazair, penangkapan itu dilakukan Mendagri Prancis demi menghina negara di Afrika utara tersebut. Penangkapan dilakukan dengan mengabaikan posisi pegawai Konsulat tersebut, tanpa memerhatikan etika dan konvensi diplomatik, serta jelas-jelas melanggar kesepakatan dan surat-surat kesepahaman terkait.
Dalam statemennya, Aljazair menegaskan bahwa pelanggaran terhadap kedaulatan negara ini bersumber dari sikap negatif dan memalukan Mendagri Prancis di hadapan Aljazair. Mendagri Prancis disebut “sangat mahir melakukan tindakan-tindakan kotor demi kepentingan pribadi dan tidak memiliki kepekaan politik sama sekali.”
“Mendagri Prancis telah melakukan perbuatan tercela dalam menangkap pegawai Konsulat kami, yang memiliki kekebalan dan keistimewaan terkait posisinya. Pegawai kami diperlakukan secara hina dan memalukan seperti seorang pencuri. Mendagri Prancis bertanggung jawab atas konsekuensi dalam hubungan Aljazair dan Prancis mendatang. Hal ini terjadi di saat hubungan kedua negara mulai tenang setelah kontak telepon para Kepala Negara serta lawatan Menlu Prancis ke Aljazair.”
Di akhir statemennya, Kemenlu Aljazair menyatakan, segala tindakan berikutnya dari Mendagri Prancis, yang melanggar kedaulatan Aljazair, akan mendapatkan respons tegas dan relevan berdasarkan prinsip tindakan timbal balik.
Hubungan Aljazair dan Prancis mulai memanas di tahun lalu, setelah Paris mengakui kedaulatan Maroko atas Sahara Barat.
Sahara Barat adalah sebuah kawasan di utara Afrika, yang menjadi sumber konflik sejak dekade 1970.
