Loading

Ketik untuk mencari

Opini

Ingin Dongkrak Kembali Citra ‘Tak Terkalahkan’ di Kawasan, Israel Sengaja Membual Seolah Berani Serang Iran

Ingin Dongkrak Kembali Citra 'Tak Terkalahkan' di Kawasan, Israel Sengaja Membual Seolah Berani Serang Iran

POROS PERLAWANAN – Berbarengan dengan dimulainya latihan perang gabungan antara Angkatan Udara Israel, Italia, AS, dan Inggris di langit Italia, seorang perwira senior Rezim Zionis mengatakan kepada Times of Israel bahwa “para pilot Israel ditugaskan dalam latihan ini untuk bersiap menghadapi Iran”.

Dilansir al-Alam, para analis militer di media-media Israel lain menyatakan, tujuan dari latihan ini adalah mengevaluasi sejauh mana jet-jet F-35 bisa terbang dan melaksanakan misi jika nanti “Israel menyerang Iran”.

Sekitar 3 bulan lalu, Israel mengakui bertanggung jawab atas sabotase di Iran dan teror terhadap ilmuwan nuklir Negeri Mullah itu, dengan tujuan memamerkan citranya yang “tak terkalahkan”.

Israel juga ingin pamer bahwa dengan taktik “hit and run” ia bisa menyerang kepentingan Iran “tanpa meninggalkan jejak yang bisa diperkarakan”.

Meski demikian, serangkaian perkembangan di Tanah Pendudukan selama 3 bulan terakhir, termasuk rudal yang menghantam pabrik pembuatan rudal Tamer dan sekitar fasilitas nuklir Dimona, kebakaran besar di kilang minyak Haifa, serangan siber besar-besaran, dan yang terbaru, kekalahan Israel dalam Perang 12 Hari, justru menunjukkan kelemahan esensial Rezim Zionis kepada dunia.

Situasi domestik Israel, seperti buruknya kondisi ekonomi dan gelombang protes terhadap perilaku rasis Pemerintah terhadap warga Tanah Pendudukan 1948, telah memaksa sebagian pejabat dan mantan pejabat Israel untuk mengakui tren kemerosotan Rezim Zionis.

Selama Benyamin Netanyahu menjabat sebagai Perdana Menteri, ia selalu berusaha menutup-nutupi kelemahan posisinya dengan melancarkan propaganda terhadap Poros Perlawanan, terutama Iran. Meski demikian, upayanya tak membuahkan hasil.

Dalam situasi saat ini, latihan militer gabungan dengan negara-negara Eropa menjadi penting bagi Netanyahu, karena memberi kesan “dukungan Eropa untuk Tel Aviv dan kekuatan Tentara Israel”.

Atas dasar ini, psy war dan bualan Rezim Zionis hanya demi memompa spirit para serdadunya, setelah mental mereka porak poranda dalam Perang 12 Hari.

Dipublikasikannya file audio wawancara dengan salah satu serdadu Israel yang ditawan Hamas juga menunjukkan lemahnya mental Tentara Zionis yang konon “tangguh” itu.

Tags:

1 Komentar

  1. Oji Juni 8, 2021

    Ya husein ❤💪💪

    Balas

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *