Loading

Ketik untuk mencari

Eropa

Insiden Memalukan Rezim Macron: Seluruh Anggota Brigade Ukraina yang Dilatih Prancis Kabur Sebelum Dikirim ke Medan Perang

Insiden Memalukan Rezim Macron: Seluruh Anggota Brigade Ukraina yang Dilatih Prancis Kabur Sebelum Dikirim ke Medan Perang

POROS PERLAWANAN – Prancis tengah menjadi sorotan akibat sebuah insiden memalukan terkait pelatihan Brigade Ukraina. Seluruh anggota Brigade yang dilatih oleh Prancis dilaporkan kabur sebelum sempat dikerahkan ke medan perang di Ukraina. Hal ini memicu gelombang kritik tajam terhadap Pemerintahan Presiden Emmanuel Macron atas pemborosan dana publik. Demikian laporan Surat Kabar Kayhan dalam tajuknya pada Minggu 5 Januari.

Kritik terhadap Bantuan Militer dan Pelatihan

Selama tiga tahun terakhir, Uni Eropa telah menggelontorkan lebih dari $100 miliar dalam bentuk bantuan finansial dan militer kepada Ukraina, sebagian besar berasal dari pajak masyarakat Eropa. Selain itu, ribuan tentara Ukraina telah dilatih oleh berbagai negara Eropa. Namun, banyak dari mereka yang tewas atau terluka sesaat setelah tiba di garis depan.

Kondisi ini mencerminkan krisis besar di Ukraina, di mana laporan-laporan media Barat menggambarkan pemakaman yang penuh, perekrutan perempuan, lansia, bahkan tahanan dan pasien dengan gangguan mental untuk berperang. Tren lainnya adalah meningkatnya jumlah tentara yang membelot atau menolak wajib militer. Menurut Anggota Parlemen Ukraina, Anna Skorokhod, lebih dari 100.000 tentara Ukraina telah melarikan diri dari tugas militer sejak Februari 2022.

Di tengah situasi ini, berita tentang pelatihan Brigade Ukraina di Prancis menjadi pusat perhatian. Sekitar 1.700 tentara Ukraina yang tergabung dalam Brigade “Anne” dilatih oleh militer Prancis. Namun, sebelum sempat dikerahkan ke medan perang, seluruh anggota Brigade kabur setelah kembali ke Ukraina.

Kecaman Terhadap Kebijakan Macron

Pemimpin partai oposisi sayap kanan “Patriot Prancis”, Florian Philippot mengecam keras Presiden Macron atas kebijakan ini. Dalam pernyataannya di media sosial, Philippot mengatakan, “Kami telah menghabiskan banyak uang rakyat Prancis hanya untuk membantu Macron dan Zelensky melakukan propaganda untuk Brigade yang bahkan tidak ada!”

Philippot juga menuduh Pemerintah Prancis membuang-buang dana publik, memperburuk perang, dan merugikan masyarakat. Ia menyerukan penghentian total bantuan kepada Ukraina, dengan mengatakan, “Hentikan pembunuhan ini. Jangan habiskan satu sen pun lagi untuk Ukraina.”

Insiden pelarian Brigade Ukraina yang dilatih di Prancis mencerminkan kegagalan besar dalam kebijakan militer dan diplomasi negara-negara Eropa. Selain menunjukkan ketidakefektifan pelatihan militer, insiden ini juga mempertegas ketidaksinkronan antara retorika politik Uni Eropa dan realitas di lapangan.

Tags: