Loading

Ketik untuk mencari

Opini

Instruksi Raja Salman Rombak Formasi Kekuasaan, Sinyal Kuat Dinasti Saud Siap Normalisasi dengan Israel

Instruksi Raja Salman Rombak Formasi Kekuasaan, Sinyal Kuat Dinasti Saud Siap Normalisasi dengan Israel

POROS PERLAWANAN – Dilansir al-Alam, sejumlah instruksi dari Raja Saudi Salman bin Abdulaziz, yang berujung pada beberapa perubahan dalam struktur kepemerintahan negara tersebut, bukanlah hal baru. Namun para pakar menilai, instruksi-instruksi ini adalah mukadimah untuk mempersiapkan lahan bagi normalisasi hubungan Riyadh dengan Tel Aviv, baik di level politik maupun keagamaan.

Sejak masa berkuasanya Raja Salman dan Muhammad bin Salman, penduduk Saudi sudah terbiasa menyaksikan “perubahan-perubahan” tiap kali Raja merilis instruksi. “Perubahan-perubahan” itu meliputi bertambahnya pajak, naiknya harga barang dan biaya pelayanan publik. Sebab itu, mereka selalu khawatir dan bersikap pesimistis terhadap segala bentuk instruksi dari Istana.

Namun kali ini, lantaran krisis-krisis politik internal dan eksternal yang dihadapi Riyadh, Raja Salman menginstruksikan untuk membentuk Majelis Syura, memperbarui Dewan Tinggi Ulama, dan mengadakan perubahan di pucuk Mahkamah Agung Saudi.

Di antara perubahan-perubahan ini, dipilihnya Syekh Muhammad al-Isa sebagai anggota Dewan Tinggi Ulama adalah poin yang paling penting. Alasannya, dia berperan penting dalam memulihkan citra Putra Mahkota Saudi Muhammad bin Salman, serta mendeskripsikannya sebagai “tokoh moderat yang memiliki toleransi dalam level-level keagamaan”.

Sudah jamak diketahui bahwa al-Isa memainkan peran vital dalam menciptakan persahabatan antara kaum Kristen dan Yahudi pro-Zionis dengan Saudi. Al-Isa merupakan ujung tombak normalisasi hubungan Bin Salman dengan Rezim Zionis.

Menurut para pakar, tujuan dari perubahan-perubahan baru ini adalah merilis fatwa-fatwa keagamaan dan aturan hukum-politik yang dibutuhkan untuk menormalisasi hubungan dengan Israel, serta menandatangani kesepakatan di bidang ini dan mendukungnya melalui Majelis Syura Saudi.

Para pakar mengatakan, perubahan-perubahan ini adalah sinyal jelas dari Dinasti Saud kepada AS dan Israel terkait kesiapan untuk mewujudkan normalisasi. Sebagai imbalannya, AS dan Israel mesti memecahkan problem internal dan eksternal Saudi, terutama keterkucilan negara ini akibat teror terhadap Jamal Khashogggi; teror yang, di mata kebanyakan lembaga internasional HAM, dilakukan oleh Bin Salman.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *