Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Iran Bantah Serang UEA, Sebut AS Aktor di Balik Kebakaran Fujairah

POROS PERLAWANAN – Pemerintah Iran membantah terlibat dalam serangan rudal dan drone yang menghantam fasilitas minyak strategis di Fujairah, Uni Emirat Arab, pada Senin 4 Mei. Teheran menyebut bahwa Militer Amerika Serikat sebagai aktor di balik insiden yang memicu kebakaran dan melukai tiga warga negara India.

Bantahan tersebut disiarkan Televisi Pemerintah, Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB) pada Selasa malam, mengutip sumber militer anonim. Sumber itu menyebut serangan sebagai “petualangan militer” AS yang diklaim bertujuan membuka jalur pelayaran ilegal di Selat Hormuz.

Pemerintah Iran menegaskan tidak memiliki rencana menyerang infrastruktur energi di sekitar Selat Hormuz. Teheran juga mendesak Washington menghentikan apa yang disebutnya sebagai praktik “kekerasan dalam diplomasi”.

Namun, Kementerian Pertahanan UEA menyatakan sebaliknya. Otoritas setempat menilai serangan rudal dan drone itu berasal dari Iran dan menyebutnya sebagai eskalasi berbahaya di tengah upaya memperpanjang gencatan senjata antara AS, Israel, dan Iran yang belum mencapai kesepakatan.

Serangan dilaporkan terjadi sekitar pukul 19.00 waktu setempat. Sistem pertahanan udara UEA mengeklaim berhasil mencegat sebagian besar proyektil. Total 19 rudal dan drone disebut diluncurkan dari arah Iran, terdiri atas 12 rudal balistik, tiga rudal jelajah, dan empat pesawat nirawak.

Sejumlah proyektil tetap mencapai target, memicu kebakaran besar di fasilitas pelabuhan minyak Fujairah. Tiga warga India dilaporkan terluka, sementara aktivitas pendidikan di wilayah tersebut dialihkan ke sistem daring.

Seorang pejabat Militer Iran menegaskan negaranya tidak memiliki rencana menargetkan UEA. Namun, sumber militer lainnya memperingatkan bahwa tindakan “tidak bijaksana” dari Abu Dhabi berpotensi memicu respons balasan.

Insiden ini mengakhiri periode relatif tenang di UEA sejak gencatan senjata dimulai pada 8 April 2026. Situasi kini kembali memanas dan membuka potensi eskalasi baru di kawasan Teluk.

Sumber lain menyebut sistem pertahanan udara Iron Dome milik Israel turut digunakan untuk membantu intersepsi di wilayah udara UEA. Hingga kini, kedua pihak masih saling melempar tudingan tanpa indikasi deeskalasi dalam waktu dekat.

Tags: