Emosi Hegseth Tersulut Saat Ditanya Soal Konsistensi Janji Trump terhadap Iran
POROS PERLAWANAN – Menteri Perang Amerika Serikat, Pete Hegseth marah dan menunjukkan reaksi keras dalam konferensi pers ketika ditanya soal dugaan pelunakan sikap Presiden Donald Trump terhadap Iran.
Mengutip Fars News Agency pada Selasa 5 Mei, seorang wartawan awalnya menyinggung capaian operasional Militer AS terhadap Iran. Namun, ia kemudian menyoroti apa yang disebutnya sebagai inkonsistensi kebijakan Gedung Putih.
Wartawan tersebut merujuk pada dua pernyataan Trump: seruan kepada rakyat Iran untuk mengambil alih pemerintahan pada fase awal konflik, serta penegasan sepekan kemudian bahwa tidak akan ada kesepakatan tanpa penyerahan tanpa syarat. Ia lalu mempertanyakan apakah posisi itu masih berlaku dan kapan perubahan sikap terjadi.
Menanggapi hal itu, Hegseth bereaksi sinis. Ia menilai pertanyaan tersebut menyimpang dari konteks awal dan menyebut wartawan “mengawali dengan baik, tetapi berakhir seperti yang sudah diduga”.
Hegseth menegaskan bahwa Presiden Trump tidak pernah mundur dari posisinya. Menurutnya, Trump “memegang kartu kemenangan” dan berada dalam posisi tawar yang kuat. Ia juga menyebut agenda yang diklaim sebagai “Proyek Kebebasan” justru memperkuat posisi Presiden.
Lebih lanjut, Hegseth menekankan bahwa setiap kesepakatan yang dihasilkan akan memastikan Iran tidak memiliki senjata nuklir. Adapun dampak bagi rakyat Iran, menurutnya, sepenuhnya bergantung pada keputusan internal negara tersebut.
Insiden ini mencerminkan meningkatnya sensitivitas dalam komunikasi publik Pemerintahan AS tentang arah kebijakan terhadap Iran, terutama di tengah tekanan untuk menunjukkan konsistensi antara retorika politik dan realitas diplomatik.
