Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Iran Peringatkan Negara Teluk Soal Dukungan terhadap AS dan Israel

POROS PERLAWANAN — Penasihat senior Pemimpin Tertinggi Iran, Mohammad Mokhber memperingatkan kesabaran Teheran tidak akan berlangsung selamanya jika negara-negara Arab Teluk terus membuka wilayah mereka bagi kepentingan Amerika Serikat dan Israel.

Dalam pernyataan yang diunggah melalui akun X pada Sabtu 16 Mei, Mohammad Mokhber mengatakan Iran selama bertahun-tahun memandang negara-negara tetangga di Teluk Persia sebagai “saudara dan sahabat”. Namun menurut dia, sebagian negara Kawasan justru memilih bersekutu dengan musuh Iran dan Palestina.

“Mereka bahkan menyerahkan tanah dan wilayah mereka kepada musuh Palestina dan Iran dengan menjual kemerdekaan mereka sendiri”, tulis Mokhber dalam unggahan berbahasa Persia tersebut.

Pernyataan itu muncul di tengah meningkatnya kerja sama militer sejumlah negara Teluk dengan Amerika Serikat setelah eskalasi konflik Kawasan dalam beberapa bulan terakhir.

Sebelumnya, Iran melancarkan serangan terhadap pangkalan militer Amerika Serikat di sejumlah negara Teluk sebagai respons atas agresi gabungan AS-Israel yang dimulai pada akhir Februari dan dihentikan melalui gencatan senjata pada awal April.

Uni Emirat Arab menjadi salah satu negara yang menerima serangan terbesar selama konflik berlangsung. Sejumlah negara Teluk kemudian menuding Iran melanggar kedaulatan mereka dan meningkatkan tekanan diplomatik terhadap Teheran.

Ketegangan kembali meningkat setelah Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu mengungkap kunjungannya ke Uni Emirat Arab di tengah perang berlangsung.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi sebelumnya menyebut dukungan terhadap Israel dalam agresi terhadap Iran sebagai tindakan yang “tidak dapat dimaafkan”.

Mokhber menegaskan Iran sebenarnya telah menunjukkan sikap menahan diri selama konflik terakhir dan tidak menyerang banyak target potensial di negara-negara Teluk, termasuk di Uni Emirat Arab. Namun dia memperingatkan bahwa sikap tersebut dapat berubah apabila wilayah negara-negara Arab Teluk terus digunakan sebagai basis operasi Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM).

“Respons Republik Islam terhadap pangkalan sewaan CENTCOM dalam perang besar terakhir belum merupakan respons final. Namun penahanan diri ini jelas tidak akan berlangsung permanen,” kata Mokhber.

Pernyataan tersebut memperlihatkan meningkatnya ketegangan geopolitik di Teluk Persia di tengah kekhawatiran meluasnya konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Tags: