Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Iran Siap Tutup Selat Hormuz Jika Terjadi Perang dengan AS

POROS PERLAWANAN – Seorang anggota parlemen Iran dari Teheran, Sayyid Ali Yazdikhah menyatakan bahwa Republik Islam Iran berhak menutup Selat Hormuz jika terjadi keterlibatan militer langsung Amerika Serikat dalam konflik di Kawasan. Dalam wawancara dengan Mehr News pada Kamis 19 Juni, ia menegaskan bahwa Iran saat ini masih menahan diri, namun memiliki berbagai opsi untuk merespons agresi terhadap negaranya.

“Musuh-musuh Republik Islam sangat menyadari bahwa kami memiliki banyak cara untuk merespons, dan kami dapat mengaktifkannya kapan pun diperlukan,” ujar Yazdikhah.

Ia menambahkan bahwa dukungan resmi dan praktis terhadap Israel oleh kekuatan asing, terutama Amerika Serikat, dapat memicu tindakan tegas dari Iran. Salah satu opsi yang dianggap sah dan mudah dilakukan adalah menutup Selat Hormuz, jalur strategis utama bagi perdagangan minyak global.

“Selama kepentingan vital kami tidak terancam, Republik Islam Iran akan tetap mengizinkan pelayaran bebas di Teluk Persia dan Selat Hormuz,” kata Yazdikhah. “Namun, jika musuh kriminal, yang dipimpin oleh Amerika, secara terbuka memerangi kami demi mendukung rezim Zionis, maka mengganggu kelancaran ekspor minyak negara-negara tersebut adalah langkah logis dan sah.”

Yazdikhah juga menekankan bahwa operasi penutupan Selat Hormuz adalah tindakan yang relatif mudah dan tidak membutuhkan sumber daya besar. Namun, demi menjaga stabilitas Kawasan dan menghindari dampak luas, Iran memilih untuk menahan diri selama negara-negara lain tidak secara terbuka berpihak pada Israel.

“Selat Hormuz berada dalam wilayah teritorial kami. Menutupnya adalah hak sah kami jika diperlukan,” tegasnya. “Musuh-musuh Iran tahu bahwa kami memiliki banyak cara untuk membuat selat ini tidak aman dan terblokir, dan kami siap melakukannya jika dipaksa.”

Tags: