Markas Khatam al-Anbiya Peringatkan Amerika
POROS PERLAWANAN – Pusat Komando Strategis Tertinggi Republik Islam Iran, Markas Besar Khatam al-Anbiya mengeluarkan pernyataan tegas pada Kamis 19 Juni, yang memperingatkan Amerika Serikat agar tidak mencampuri langsung konflik yang sedang berlangsung antara Iran dan rezim Zionis.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Markas Pusat Khatam al-Anbiya, yang bertanggung jawab atas pengendalian operasi pertahanan strategis Iran, menyusul gelombang serangan presisi yang dilancarkan Iran terhadap posisi militer vital Israel di Wilayah Pendudukan.
Penggalan teks pernyataan sebagai berikut:
Serangan Zionis Dibalas, Perang Regional di Ujung Tanduk
“Kami memperingatkan penjahat Amerika bahwa setiap bentuk keterlibatan langsung dalam perang ini akan menyebabkan eskalasi besar-besaran di seluruh Kawasan, dan akan berujung pada pukulan berat serta kerugian yang tidak dapat diperbaiki.”
Pernyataan ini datang sebagai bentuk tanggapan atas potensi intervensi militer Amerika Serikat dalam konflik yang memanas. Iran, melalui struktur komandonya, dengan lugas menyatakan kesiapan menghadapi segala bentuk perluasan konflik dengan satu pesan jelas: siapa pun yang terlibat akan menanggung konsekuensinya.
Pernyataan dibuka dengan ayat suci Al-Quran sebagai dasar legitimasi moral dan hukum atas tindakan militer yang diambil: “Telah diizinkan berperang bagi orang-orang yang diperangi karena mereka telah dizalimi, dan sesungguhnya Allah Maha Kuasa untuk menolong mereka.” (QS. Al-Hajj:39)
Serangan Terukur dan Operasi Berlanjut hingga Agresor Bertobat
Markas Besar juga menyampaikan bahwa Angkatan Bersenjata Iran telah meluncurkan respons militer yang akurat, menghancurkan, dan berdasarkan prediksi strategis yang matang, menyusul agresi “bodoh dan jahat” dari entitas Zionis.
Pernyataan ini menegaskan bahwa operasi balasan tidak akan berhenti hanya pada gelombang awal: “Sampai agresor bertobat sepenuhnya dan sadar akan konsekuensi dari setiap ancaman, operasi militer kami akan terus berlanjut dengan intensitas yang lebih besar.”
Iran Siap Hadapi Perang Multi-Front
Pernyataan dari Markas Khatam al-Anbiya ini juga secara tidak langsung menunjukkan reorientasi strategi pertahanan Iran ke arah postur ofensif regional. Tidak hanya sebagai pembela wilayah nasional, tapi sebagai penggagas garis merah baru terhadap campur tangan imperialisme di Kawasan.
Dengan menyebut Amerika secara langsung sebagai “penjahat”, Komando Iran tidak lagi bermain dalam narasi diplomatik biasa. Ini adalah pernyataan medan tempur, bukan sekadar diplomasi teks.
Washington Dipaksa Menghitung Ulang
Peringatan ini menjadi sinyal keras bagi Washington, bahwa setiap langkah salah akan memicu reaksi berantai. Iran tidak hanya menunjukkan kekuatan misil dan drone, tapi juga kekuatan tekad politik dan legitimasi spiritual dalam setiap langkah perangnya.
Iran kini tidak hanya menahan pukulan. Iran menyerang dengan keyakinan, data intelijen, dan pesan yang tak bisa diabaikan oleh musuh, bahwa perang bukan lagi monopoli mereka.
