Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Iran Tegaskan Tak Ada Agenda Pembicaraan dengan AS di Islamabad

POROS PERLAWANAN — Kementerian Luar Negeri Iran memastikan tidak ada agenda pertemuan dengan Amerika Serikat dalam kunjungan delegasi yang dipimpin Menteri Luar Negeri, Abbas Araghchi ke Islamabad. Pernyataan disampaikan Juru Bicara Kementerian, Esmail Baghaei pada Sabtu 25 April dan dikutip Press TV.

Baghaei menegaskan kunjungan difokuskan pada komunikasi dengan Pakistan. “Pandangan Iran akan disampaikan kepada Pakistan”, tulisnya melalui akun X.

Baghaei juga menyatakan Araghchi dijadwalkan bertemu pejabat tinggi Pakistan dalam kerangka mediasi untuk menghentikan agresi yang dinilai dipaksakan Amerika Serikat serta memulihkan stabilitas Kawasan.

Sebelumnya, Tasnim News Agency membantah laporan CNN yang menyebut adanya rencana pertemuan dengan pejabat AS selama kunjungan tersebut. Laporan itu juga mengeklaim Presiden Donald Trump akan mengirim Utusan Khusus, Steve Witkoff bersama Penasihat, Jared Kushner ke Pakistan.

Tasnim menegaskan tidak ada agenda negosiasi dengan Washington dan kunjungan ke Islamabad tidak terkait pembicaraan bilateral dengan AS. Media tersebut menyebut Araghchi akan menyampaikan posisi Iran tentang penghentian agresi terhadap Republik Islam.

Rangkaian kunjungan dilanjutkan ke Muscat dan Moscow dengan fokus pada koordinasi bilateral dan konsultasi dinamika Kawasan.

Tasnim juga menilai media dan pejabat AS selama lebih dari sepuluh hari terakhir membangun narasi putaran baru perundingan yang tidak berdasar. Salah satu contoh, klaim kedatangan Wakil Presiden AS, JD Vance yang tidak pernah terealisasi.

Iran dan Amerika Serikat sebelumnya menggelar putaran awal pembicaraan di Islamabad pada awal bulan ini. Proses tersebut berakhir tanpa kesepakatan setelah Washington mengajukan tuntutan berlebihan.

Teheran menolak melanjutkan proses selama blokade terhadap kapal dan pelabuhan Iran masih berlangsung. Iran juga menegaskan tidak akan membuka kembali Selat Hormuz selama tekanan tersebut belum dihentikan.

Tags: