Loading

Ketik untuk mencari

Eropa

Italia Membungkuk pada Tel Aviv: Armada Kemanusiaan Gaza Diminta Mundur, Solidaritas Dunia Dikhianati

POROS PERLAWANAN – Dilansir Al Mayadeen, di tengah gelombang solidaritas global yang mengalir ke Gaza, Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni justru memilih berpihak pada pendudukan, mendesak armada bantuan kemanusiaan internasional untuk menghentikan pelayarannya ke Jalur Gaza yang terkepung. Dalam pernyataannya, Meloni memperingatkan bahwa menerobos blokade laut ‘Israel’ dapat “mengganggu keseimbangan rapuh” yang konon menopang peta jalan perdamaian ala Donald Trump, sebuah rencana yang sejak awal ditolak rakyat Palestina karena mengabaikan hak-hak sah mereka.

“Saya khawatir pelayaran armada akan menjadi dalih bagi ketegangan baru,” ujar Meloni, mengisyaratkan bahwa tekanan diplomatik dan kemungkinan konfrontasi bersenjata dengan Israel lebih menjadi pertimbangannya ketimbang krisis kemanusiaan yang akut di Gaza.

Langkah Italia ini tak berhenti di level retorika. Angkatan Laut Italia mengumumkan penarikan kapal perangnya dari misi pengawalan Global Sumud Flotilla setelah kapal-kapal tersebut mendekati jarak 150 mil laut dari pantai Gaza. Kementerian Pertahanan Italia menyatakan bahwa posisi ini sudah “berulang kali dikomunikasikan” kepada para penyelenggara armada dalam beberapa hari terakhir.

Padahal, armada ini membawa lebih dari 40 kapal sipil dari berbagai negara, yang mengangkut bantuan kemanusiaan serta sejumlah tokoh dunia, termasuk aktivis iklim asal Swedia Greta Thunberg. Mereka bersatu dalam misi damai untuk menembus blokade tidak sah yang diberlakukan rezim pendudukan terhadap lebih dari dua juta penduduk Gaza yang terkepung.

Juru bicara armada, Maria Elena Delia mengungkapkan bahwa para aktivis telah mengetahui keputusan Italia, namun menegaskan tidak ada niat untuk mundur. “Kami tidak akan tunduk pada peringatan Italia atau ancaman dari pihak manapun,” ujarnya. Ia juga menyebutkan bahwa pemerintah Italia tampak lebih khawatir terhadap kemarahan Tel Aviv daripada terhadap nyawa anak-anak Palestina yang sekarat karena kelaparan dan kekurangan obat-obatan.

Delia juga menyuarakan kekhawatiran akan serangan baru dari ‘Israel’, menyusul insiden pekan lalu ketika armada diserang drone bersenjata di perairan internasional dekat Yunani, serangan yang tidak diakui secara resmi oleh Tel Aviv, namun sangat khas dalam pola agresi mereka.

Menteri Pertahanan Italia, Guido Crosetto menutup dengan peringatan keras: para aktivis bisa ditangkap jika terus melaju. Ia menyarankan bantuan dibongkar di Siprus, solusi yang ditolak mentah-mentah oleh penyelenggara flotilla. “Rakyat Gaza membutuhkan bantuan secara langsung, bukan lewat kompromi politik yang memperpanjang penderitaan,” tegas mereka.

Tags: