JCPOA Masih 'Bernyawa' karena Integritas dan Komitmen Iran, Bukan Tiga Negara Eropa - POROS PERLAWANAN
Loading

Ketik untuk mencari

Iran

JCPOA Masih ‘Bernyawa’ karena Integritas dan Komitmen Iran, Bukan Tiga Negara Eropa

JCPOA Masih 'Bernyawa' karena Integritas dan Komitmen Iran, Bukan Tiga Negara Eropa

POROS PERLAWANAN – Menlu Iran, Mohammad Javad Zarif melalui Twitter menanggapi statemen terbaru tiga negara Eropa anggota JCPOA (Prancis, Inggris, dan Jerman), juga pernyataan Menlu Prancis, Jean-Yves Le Drian.

“Para pemimpin tiga negara Eropa, yang membutuhkan tanda tangan Kantor Kendali Aset-aset Asing (yang diawasi Kemenkeu AS) untuk memenuhi komitmen mereka, sama sekali tidak melakukan apa pun untuk menjaga JCPOA”, cuit Zarif, seperti dilansir Fars.

“Apakah kalian ingat ‘Inisiatif Yang Sudah Mati Sejak Awal’ Emmanuel Macron, atau keengganan Inggris untuk membayar utang (kepada Iran terkait penjualan tank), padahal sudah diputuskan di pengadilan?” imbuhnya.

Ia lalu mengingatkan Menlu Prancis bahwa JCPOA masih “bernyawa” karena Iran, bukan karena tiga negara Eropa tersebut.

“Kolega terhormat, engkau memulai tugasmu di Kabinet dengan menjual peralatan perang kepada para penjahat perang Saudi. Berhentilah bicara omong kosong soal Iran”, cuit Zarif.

“Sekadar mengingatkan fakta: Kalianlah yang telah mengacaukan stabilitas kawasan kami. Berhentilah mendukung para penjahat yang menggergaji penentang mereka dan menggunakan senjata-senjata buatan kalian untuk membantai anak-anak di Yaman.”

Le Drian pada Minggu 17 Januari lalu secara pongah menyatakan bahwa JCPOA tak cukup hanya dipertahankan untuk hidup. Ia menuntut adanya perundingan khusus terkait program rudal dan aktivitas regional Iran.

Seraya menyatakan bahwa Iran tengah memperkuat kemampuan nuklirnya, ia menegaskan bahwa semua pihak mesti mematuhi JCPOA sepenuhnya.

Sebelum ini, Jerman, Prancis, dan Inggris “mengaku khawatir” atas pengumuman kesiapan Iran untuk memproduksi uranium logam sebagai bahan bakar reaktor penelitian Teheran. Mereka meminta Iran untuk kembali kepada komitmen-komitmennya di JCPOA.

Staf Urusan Luar Negeri Uni Eropa, Joseph Borrell juga mengutarakan “kecemasan” atas rencana pengayaan 20 persen uranium Iran. Namun dia mengaku akan mendukung jalur diplomasi untuk mengembalikan Iran dan AS ke kesepakatan nuklir.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *