Loading

Ketik untuk mencari

Opini

Jejak Bin Salman Terendus dalam Kudeta di Yordania

Jejak Bin Salman Terendus dalam Kudeta di Yordania

POROS PERLAWANAN – Ketua Senat Yordania, Faisal al-Fayez membeberkan dugaan soal keterlibatan menantu Donald Trump, Jared Kushner dalam kudeta di negaranya baru-baru ini. Ia juga membeberkan hubungan dekat mantan Ketua Dewan Kerajaan Yordania, Basim Iwadullah dengan Muhammad bin Salman.

Dilansir al-Alam, sebelum statemen dari al-Fayez, Menlu Yordania Ayman al-Shafadi juga pernah bicara soal keterlibatan pihak-pihak asing dalam upaya kudeta di Yordania baru-baru ini. Al-Shafadi bahkan membongkar tokoh-tokoh domestik yang berperan dalam kudeta itu dan memiliki hubungan dengan Rezim Saudi.

Al-Shafadi menyebut sejumlah nama yang pernah melawat ke Saudi, di antaranya adalah Iwadullah, yang sangat dekat dengan Putra Mahkota Saudi.

Middle East Eye melaporkan, Otoritas Intelijen Yordania telah membongkar sejumlah pesan tersandi antara Iwadullah dan Bin Salman. Iwadullah pun ditangkap atas keterkaitannya dengan Putra Mahkota Saudi.

Beberapa jam setelah diumumkannya upaya kudeta di Yordania, Menlu Saudi Faisal bin Farhan bersama delegasi tingkat tinggi melawat ke Yordania dalam sebuah kunjungan yang tidak diumumkan sebelumnya. Berbarengan dengan kunjungan itu, Washington Post mengungkap bahwa Delegasi Saudi menuntut pembebasan segera Iwadullah tanpa diadili atau dakwaan resmi terhadapnya dihapus. Delegasi Saudi bersikeras tak akan meninggalkan Yordania tanpa Iwadullah.

Para pengamat menilai, tuntutan ini adalah upaya Saudi untuk mengubur rahasia konspirasi dan rumor keterlibatan Riyadh dalam kericuhan di Yordania.

Jelas bahwa setelah al-Fayez bicara soal keterlibatan Kushner dalam kudeta, yang disinyalir disebabkan penentangan Raja Abdullah terhadap Kesepakatan Abad Ini, muncul pula pertanyaan tentang peran Bin Salman.

Mereka yang mengenal karakteristik Bin Salman tentu tahu bahwa ia selalu mengambil keputusan secara gegabah dan terburu-buru, sebab ia meyakini bahwa dukungan AS dan uang adalah faktor penentu.

Agresi atas Yaman, embargo Qatar, penculikan PM Lebanon Saad Hariri dan pemaksaan atas dirinya untuk mengundurkan diri di Riyadh, dan pembunuhan Jamal Khashoggi di Istanbul adalah bukti-bukti kegegabahan Bin Salman.

Kendati Raja Salman, karena sakit dan usia tuanya, tidak memiliki pengawasan penuh atas perkembangan di Saudi dan kebijakan-kebijakan putranya, namun ia tetap bertanggung jawab dalam kasus agresi ke Yaman dan blokade atas Qatar. Namun terkait kudeta di Yordania, para pengamat meyakini bahwa kemungkinan besar Raja Salman tidak tahu menahu soal keputusan Putra Mahkota.

Jelas bahwa asumsi keterlibatan Bin Salman dalam kudeta di Yordania tidak bisa diabaikan begitu saja. Orang ini telah menunjukkan dirinya tidak segan-segan menggunakan segala cara untuk meraih kekuasaan. Apalagi Trump dan Kushner telah menjadikan Kesepakatan Abad Ini sebagai jalur darurat bagi Bin Salman untuk bertakhta. Dengan menerima proposal itu, semua rintangan harus dicabut, termasuk Raja Yordania.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *