Jenderal Israel: Para Serdadu Dibiarkan Tewas Hanya Demi Smotrich Bisa Bangun Vila di Gaza
POROS PERLAWANAN – Wakil Kepala Staf Umum Militer Israel, Jenderal Yair Golan mengkritik kinerja Kabinet Rezim Zionis dalam artikelnya di situs Walla. Dalam tulisannya, mantan anggota Knesset itu menyatakan, kesepakatan antara pimpinan dan rakyat Israel telah dilanggar serta dinodai oleh Kabinet Benyamin Netanyahu.
“Pekan lalu, 3 mantan Menteri Perang, yang kebetulan mereka berasal dari sayap kanan (Gallant, Yaalon, dan Lieberman), secara terang-terangan memberi tahu publik bahwa perang di Gaza masih berlanjut hanya karena alasan ini: kepentingan Kabinet Netanyahu,” tulis Golan, dilansir Tasnim.
“Militer Israel sudah sejak lama menyelesaikan misinya di Gaza. Tak ada alasan keamanan apa pun untuk menjustifikasi Militer tetap berada di sana. Namun setiap hari para serdadu Israel terus terbunuh di sana. Semakin banyak orang yang kehilangan nyawa dan kian banyak keluarga yang runtuh. Di sisi lain, ada 101 orang yang telah ditawan selama lebih dari setahun. Mereka juga kian mendekati maut lantaran masa penawanan yang panjang.”
“Saat ini, serdadu Israel tidak boleh terlibat dalam perang yang tujuannya hanya demi melanjutkan kehidupan Kabinet Kehancuran; Kabinet yang ditentang oleh mayoritas publik.”
“Publik tidak rela kehilangan nyawa anak-anak mereka hanya demi pembangunan beberapa permukiman. Mereka tidak ingin menjadi bagian dari kebijakan yang dikecam seluruh dunia dan menyengsarakan mereka. Perang Netanyahu bukan perang yang menghidupkan, tapi perang yang menghancurkan. Ini adalah perang politik pertama dalam sejarah Israel.”
“Mulai sekarang, tiap ibu di Israel harus tahu bahwa ia telah mengambil nasib anaknya dari tangan Gallant dan menyerahkannya kepada seorang kapitalis dari Likud (Yisrael Katz); orang yang tidak memiliki pengalaman militer sama sekali dan tidak pantas untuk jabatan ini (Menteri Perang).”
“Sejak saat ini, tiap ibu Israel akan paham bahwa nyawa anaknya hilang supaya (Bezalel) Smotrich bisa membangun vila di pesisir Gaza untuk dirinya, juga agar Netanyahu bisa mempertahankan aliansi lemahnya dengan cara ini.”
“Semua ibu Yahudi akan sadar bahwa jika ia dan anaknya ditawan, Kabinet Israel bukan hanya tidak melakukan apa pun untuk membebaskan mereka, bahkan dengan cara menjijikkan akan menggagalkan upaya pembebasan mereka.”
“Kita semua akan tahu bahwa para serdadu, baik pemuda atau pemudi, warga sipil, dan tawanan akan tewas demi kepentingan politis dan delusi keagamaan,” pungkas Golan.
