Meski Rabbi Yahudi Dibunuh di UEA, Publik Zionis Anggap Luar Negeri Lebih Aman daripada Israel
POROS PERLAWANAN – Situs Walla News dalam laporannya pada Minggu 24 November menyatakan, meski publik Zionis menganggap peristiwa Dubai (terbunuhnya rabbi Zvi Kogan) adalah kejadian menakutkan, yang disusul peringatan agar mereka tidak melawat ke UEA, tak satu pun warga Israel mengindahkan peringatan tersebut. Hal ini terbukti dengan penuhnya seluruh jadwal penerbangan ke Dubai.
Diberitakan Tasnim, Walla mengutip dari sejumlah orang Israel yang menetap di Dubai:”Di mana kantor Keamanan Domestik pada 7 Oktober? Kenapa travel warning masih terus dikeluarkan hingga sekarang?”
Seorang warga Israel bernama Simeon yang tinggal di Dubai mengatakan kepada Walla,”Kami berusaha merahasiakan identitas kami sebagai orang Israel. Kami mencoba tidak berbicara dengan bahasa Ibrani. Meski begitu, tiap kali sopir taksi bertanya kami dari mana, kami selalu kaget dan ketakutan.”
Giulia, seorang wanita Israel yang baru kembali ke Tanah Pendudukan dari Dubai bercerita,”Jujur saja, kondisi di dalam negeri (Tanah Pendudukan) lebih berat dan berbahaya. Percayalah, di sana (Dubai) lebih aman daripada di sini. Saya baru kembali kemarin. Saya masih belum masuk rumah ketika sirene tanda bahaya berbunyi. Apakah di sini benar-benar aman ketika ada orang-orang bersenjata menyerbu dan drone-drone beterbangan? Padahal yang hilang (di Dubai) hanya satu orang saja.”
Noam, yang melawat ke UEA pekan lalu bersama keluarganya, mengatakan kepada Walla,”Apakah ada yang benar-benar lebih berbahaya dari serangan 4.000 orang ke permukiman-permukiman (Zionis di sekitar Gaza)? Di mana Kantor Keamanan Domestik pada 7 Oktober? Kenapa mereka tidak merilis peringatan? Namun mereka membuat kehebohan hanya karena satu orang.”
Walla dan media-media Zionis mengakui, publik Israel lebih memilih kabur (dari Tanah Pendudukan) daripada bertahan di bawah serangan rudal Perlawanan. Sebab itu, meski lembaga-lembaga keamanan telah merilis travel warning, seluruh penerbangan menuju Abu Dhabi terisi penuh tanpa satu pun kursi yang dibatalkan.
