Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Jenderal Salami: Tangan Trump Berlumur Darah Jenderal Qasim Soleimani, Tak Layak Pura-pura Jadi Teman Rakyat Iran

POROS PERLAWANAN – Dalam momen reflektif peringatan satu tahun kesyahidan Presiden Iran, Sayyid Ebrahim Raisi dan para sahabatnya, Panglima Tertinggi Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Mayor Jenderal Hossein Salami menyampaikan pidato bersejarah yang sarat pesan strategis: “Iran berdiri lebih kuat dari sebelumnya. Amerika harus menerima kenyataan ini.”

Berbicara di Lapangan Upacara Imam Hussein di Teheran, pada Kamis 15 Mei, Jenderal Salami tidak hanya mengenang para syuhada besar seperti Raisi, Menteri Luar Negeri Hossein Amir-Abdollahian, dan Ayatullah Al-Hashim, tetapi juga mengubah momen duka menjadi deklarasi kebangkitan geopolitik Islam.

Raisi: Pemimpin Syahid, Simbol Perlawanan

“Syahid Raisi tidak sekadar memimpin, ia menanggung rasa sakit perjalanan panjang ini dengan cinta,” kata Salami. “Ia menjadikan kematian lebih dekat daripada kehidupan, manusia lebih penting daripada jabatan, dan penderitaan lebih agung daripada kenyamanan.”

Bagi IRGC, sosok Raisi adalah manifestasi penguasa sejati dalam sistem Islam, bukan pelayan elite, tapi pelayan rakyat yang menembus batas nyawa.

Pesan untuk AS: Musuh Rakyat Tak Layak Berpura-pura Jadi Teman

Dalam bagian paling menyengat dari pidatonya, Salami menyasar langsung Presiden Amerika Serikat: “Bagaimana mungkin dia berpura-pura sebagai teman rakyat Iran, sementara tangannya berlumuran darah Jenderal Qasim Soleimani dan dialah yang menghalangi obat-obatan bagi pasien Iran?”

Salami menyebut pernyataan terbaru Presiden AS sebagai operasi psikologis murahan, seraya mengingatkan sejarah panjang intervensi Washington di Iran: dari kudeta 1953, pengokohan tirani Pahlavi, hingga sanksi kejam dan pembunuhan para pemimpin revolusioner.

Iran Melesat: Dari Satelit ke Sistem Kesehatan Tercanggih

Dengan nada penuh percaya diri, Salami membeberkan pencapaian Iran:

1. Peluncuran satelit dan teknologi luar angkasa
2. Kemajuan teknologi nuklir
3. Produksi rudal dan drone mutakhir
4. Kilang minyak dan pembangkit listrik independen
5. Sistem kesehatan nasional yang “tercanggih di dunia”.

“Kami tidak hanya bertahan, kami tumbuh. Sementara Amerika menghabiskan $8 triliun di Asia Barat tanpa hasil, kami membangun bangsa dengan tangan rakyat yang miskin dan sabar.”

Amerika: Bangkrut Moral dan Sosial

Mengutip data sosial AS, Salami menyindir:

1. 40.000 pemuda AS bunuh diri setiap tahun
2. 700.000 tunawisma tidur di jalan
3. Pemerintah gagal mengelola pandemi, kebakaran, dan banjir.

“Apakah Anda masih layak mengeklaim kepemimpinan dunia?” sindirnya, menambahkan bahwa Iran kini tidak hanya bertahan dari tekanan, tapi menciptakan tekanan balik yang mengguncang keseimbangan kekuatan.

Peringatan Terakhir: Keseimbangan Bergeser, dan Ini Baru Permulaan

Jenderal Salami menutup pidatonya dengan mengumumkan bahwa Iran telah meraih capaian pertahanan strategis baru dalam beberapa minggu terakhir, yang belum diumumkan ke publik, dan siap mengguncang konfigurasi militer regional.

“Keseimbangan kekuatan telah bergeser, dan ini baru permulaan.”

Tags: