Loading

Ketik untuk mencari

Yaman

Yaman Kembali Sentuh Jantung Zionis: Rudal Hipersonik Hantam Bandara Ben Gurion

Iran 2025: Mimpi Buruk Zionis dari Kota Rudal ke Langit Damaskus

POROS PERLAWANAN — Untuk kesekian kalinya dalam sejarah konfrontasi modern, rudal hipersonik diluncurkan dari jantung Yaman, kembali berhasil menembus sistem pertahanan udara rezim Zionis dan menghantam Bandara Ben Gurion, ikon vital logistik udara Israel pada Kamis malam 15 Mei.

Serangan ini diumumkan secara resmi oleh Juru Bicara Angkatan Bersenjata Yaman, Brigadir Jenderal Yahya Saree, sebagai aksi militer kualitatif yang dilakukan atas nama pembelaan terhadap rakyat Gaza dan sebagai balasan atas kejahatan genosida yang terus dilakukan oleh entitas Zionis.

“Rudal balistik hipersonik kami mencapai sasarannya dengan presisi, berkat pertolongan Allah,” ujar Saree. “Jutaan Zionis pendudukan melarikan diri ke tempat perlindungan, dan operasional bandara lumpuh selama hampir satu jam.”

15 Mei: Hari Simbolik yang Dijawab dengan Ledakan

Tanggal serangan ini bukan kebetulan: 15 Mei adalah hari peringatan Nakba, bencana nasional Palestina pada 1948, ketika lebih dari 750.000 rakyat Palestina diusir dari tanah mereka oleh proyek kolonial pendirian Israel. Kini, pada 77 tahun kemudian, Yaman merespons bukan dengan sekadar peringatan, melainkan dengan tindakan militer strategis yang menyentuh jantung entitas penjajah.

Dari Sanaa ke Yaffa

Bandara Ben Gurion, yang secara geografis terletak di wilayah Yaffa yang Diduduki, selama ini dianggap zona aman dari konfrontasi regional. Namun serangan ini membalik semua asumsi intelijen:

Ini bukan serangan drone atau rudal konvensional. Ini rudal hipersonik, teknologi mutakhir yang bergerak dengan kecepatan lebih dari Mach 5 dan sulit dicegat sistem pertahanan seperti Iron Dome atau bahkan David’s Sling.

Ini menandai eskalasi strategis dalam medan tempur regional bahwa Yaman kini bukan hanya kekuatan defensif di Laut Merah, melainkan juga kekuatan penyerang regional yang mampu mengunci target paling vital Israel.

Deklarasi Blokade Udara dan Laut

Tak hanya serangan tunggal, Angkatan Bersenjata Yaman menyatakan secara eksplisit: “Operasi kami kini mencakup pemberlakuan larangan navigasi udara di Bandara Lod, dan larangan navigasi laut di Laut Merah dan Laut Arab, hingga agresi terhadap Gaza dihentikan dan pengepungan dicabut.”

Moral Bangsa vs Kebangkrutan Arab

Dalam pernyataan yang dilansir Sabanews, Saree menyinggung bahwa aksi ini dilakukan sebagai jawaban atas kelumpuhan total dunia Arab dan Islam, yang gagal menghentikan pembantaian harian dan blokade kelaparan di Gaza.

Dengan menutup pernyataan menggunakan ayat suci dan deklarasi iman atas pertolongan Allah Swt, Angkatan Bersenjata Yaman menyampaikan pesan yang tak hanya militer, tapi juga spiritual dan eksistensial: “Dan cukuplah Allah menjadi penolong kami dan Dia adalah sebaik-baik pemberi urusan.”

Tags: