Jihad Islam Kecam Langkah Netanyahu Tutup Perlintasan Gaza dan Halangi Masuknya Bantuan Kemanusiaan
POROS PERLAWANAN – Gerakan Jihad Islam Palestina mengecam keputusan Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu, yang menutup perlintasan Gaza dan mencegah masuknya bantuan kemanusiaan. Langkah ini dinilai sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan dan menambah daftar panjang pelanggaran yang dilakukan oleh rezimnya.
Menurut laporan Kantor Berita Mehr pada Minggu malam 2 Maret, yang mengutip Kantor Berita Shahab, Gerakan Jihad Islam Palestina menyatakan bahwa langkah tersebut merupakan tindakan represif yang semakin memperburuk kondisi kemanusiaan di Gaza.
“Keputusan ini tidak hanya merupakan pelanggaran terhadap perjanjian gencatan senjata dan hak asasi manusia di Gaza, tetapi juga menjadi awal dari fase baru agresi terhadap wilayah tersebut,” demikian bunyi pernyataan resmi Gerakan tersebut.
Gerakan Jihad Islam juga menegaskan bahwa tindakan Netanyahu didukung oleh Pemerintahan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang dinilai memberikan perlindungan politik dan dukungan militer kepada Israel.
Lebih lanjut, pernyataan tersebut menekankan bahwa kebijakan blokade yang diberlakukan terhadap Gaza selama bertahun-tahun telah menyebabkan penderitaan yang mendalam bagi rakyat Palestina. Gerakan ini juga mengkritik pihak-pihak yang menyuarakan keprihatinan terhadap nasib tahanan Israel di Gaza, tetapi mengabaikan fakta bahwa penduduk Gaza telah lama hidup dalam kondisi pengepungan dan kelaparan akibat kebijakan Israel.
“Tanggung jawab atas kejahatan ini sepenuhnya berada di tangan rezim Israel, tentaranya, dan para pendukungnya di Washington,” tambah pernyataan tersebut.
Situasi di Gaza terus memburuk seiring dengan meningkatnya ketegangan di Kawasan. Berbagai pihak internasional mendesak agar akses kemanusiaan ke wilayah tersebut segera dibuka demi mencegah krisis yang lebih parah.
