Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Jihad Islam Tolak Mentah-Mentah ‘Perjanjian Penjajah’ ala Trump, Hamas Pilih Tetap Waspada

POROS PERLAWANAN – Dilansir Al Mayadeen, sebuah skenario lama dengan kemasan baru kembali digelar di meja diplomasi imperialis, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menggulirkan proposal gencatan senjata yang diklaim akan mengakhiri agresi brutal Zionis di Jalur Gaza. Namun, narasi “perdamaian” versi Washington ini segera dibongkar oleh faksi-faksi Perlawanan Palestina sebagai bentuk pengkhianatan terhadap darah para syuhada dan cita-cita pembebasan tanah suci.

Hamas, dalam posisi strategis sebagai garda terdepan Perlawanan, menyatakan tengah mengkaji secara mendalam isi proposal tersebut. Rencana itu dipaparkan kepada mereka oleh mediator regional, Qatar dan Mesir, dalam sebuah langkah diplomasi yang disebut-sebut mendapat restu dari para “pemimpin Arab dan Islam”, sebuah frasa yang kerap digunakan untuk melegitimasi tekanan Amerika.

Meski belum menyampaikan sikap resmi, Hamas menegaskan akan merespons dengan mempertimbangkan prinsip dan kepentingan rakyat Palestina, serta tidak akan tunduk pada upaya pemaksaan kehendak penjajah dengan kedok “gencatan senjata”.

Sementara itu, sikap tegas dan tanpa kompromi datang dari Jihad Islam Palestina (PIJ). Sekretaris Jenderal PIJ, Ziyad al-Nakhalah, secara terang-terangan menolak proposal tersebut dan menyebutnya sebagai “perjanjian Amerika-Israel penuh yang dirancang untuk memaksakan kekalahan politik setelah kegagalan militer”.

“Ini adalah proyek kolonial baru yang ingin menggantikan perang senjata dengan penjajahan diplomasi. Isinya mencerminkan sepenuhnya posisi entitas Zionis, tanpa menyentuh akar penderitaan rakyat kami: blokade, pendudukan, dan pengusiran,” tegas al-Nakhalah.

Lebih jauh, ia memperingatkan bahwa proposal ini bukan solusi damai, melainkan percikan awal dari kobaran api baru yang bisa menyulut Kawasan.

Gedung Putih, dalam konferensi pers bersama Benyamin Netanyahu, menyebut bahwa “Doha tengah berupaya meyakinkan Hamas”, sebuah narasi yang menunjukkan keinginan kuat Washington untuk menekan Perlawanan melalui jalur regional.

Namun satu hal yang pasti, Perlawanan tidak akan tunduk pada ilusi damai yang dibangun di atas tulang-belulang anak-anak Gaza. Setiap upaya gencatan hanya akan dianggap sah jika menghentikan pengepungan, mengakhiri pendudukan, dan mengakui hak rakyat Palestina untuk hidup bebas dan bermartabat di tanah mereka sendiri.

Tags: