Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Jihad Islami Palestina Kirim Surat Terima Kasih kepada Pemimpin Tertinggi Iran

Jihad Islami Palestina Kirim Surat Terima Kasih kepada Pemimpin Tertinggi Iran

POROS PERLAWANAN – Dilansir Fars, Sekjen Jihad Islami, Ziyad al-Nakhalah mengirim surat ungkapan terima kasih kepada Ayatullah Ali Khamenei, menyusul kemenangan pejuang Palestina dalam Perang 12 Hari.

“Dukungan dan sokongan berkelanjutan Anda di semua level memainkan peran terbesar dan paling menonjol dalam capaian rakyat Palestina di Pedang Quds,” tulis al-Nakhalah.

“Bangsa dan Poros Perlawanan penuh berkah kami telah membuat musuh marah dan menggembirakan orang-orang Mukmin di segala penjuru, serta membuat Pemerintahan musuh lebih ringkih dari sarang laba-laba.”

“Melalui Anda, saya mengapresiasi saudara-saudara di Korps Quds, yang selalu menyertai kami selama bertahun-tahun dan membagikan pengalaman-pengalaman mereka kepada kami.”

Al-Nakhalah menambahkan, ”Di sini saya merasa berkewajiban untuk mengenang sang syahid terkasih, Jenderal Qassem Soleimani, yang telah sampai ke tempat tertinggi dengan syahadahnya; orang yang kami merasa kehilangan dirinya di saat-saat bersejarah ini.”

“Para pembantu Syahid Soleimani dan saudara-saudaranya, Hajj (Esmail) Qaani dan para stafnya, senantiasa bersama kami dalam memanajemen pertempuran ini. Keberadaan mereka membawa berkah dan banyak keistimewaan,” lanjut al-Nakhalah.

Di akhir suratnya, Sekjen Jihad Islami menulis, ”Saya memohon kepada Allah untuk menjaga Anda, melanggengkan nikmat-nikmat agung-Nya bagi Anda, dan melindungi Republik Islam Iran serta para tentara pemberaninya.”

Hal senada juga disampaikan Ketua Kantor Politik Hamas, Ismail Haniyeh, dalam pidato pertamanya usai deklarasi gencatan senjata. Ia mengatakan, ”Kami berterima kasih kepada Republik Islam Iran yang tidak segan-segan memberikan bantuan finansial dan persenjataan kepada Poros Perlawanan. Kami juga mengapresiasi semua negara Arab dan Muslim yang mengambil sikap mulia dalam perang ini.”

Pertempuran antara pejuang Palestina melawan Israel dimulai pada Senin 10 Mei lalu, menyusul berakhirnya tenggat yang diberikan Poros Perlawanan Palestina kepada Rezim Zionis untuk menghentikan aksi represif di Quds dan Masjid Aqsa.

Pada Kamis 20 Mei malam, Kabinet Keamanan Israel secara resmi mengumumkan gencatan senjata yang dimediasi oleh Mesir. Beberapa saat setelahnya, faksi-faksi Poros Perlawanan Palestina dalam statemen-statemen terpisah menyatakan, mereka berkomitmen kepada gencatan senjata selama Tel Aviv menghormatinya.

Tags: