Loading

Ketik untuk mencari

Opini

Kekuatan dan Akurasi Rudal-rudal Iran Bikin Tercengang Pejabat Militer Tertinggi AS di Timur Tengah

Kekuatan dan Akurasi Rudal-rudal Iran Bikin Tercengang Pejabat Militer Tertinggi AS di Timur Tengah

POROS PERLAWANAN – “Itu adalah serangan yang belum pernah saya lihat atau alami sebelumnya. Rudal-rudal itu sangat akurat. Mereka menghantam titik mana pun yang mereka inginkan.”

“Andai Intelijen AS tidak memantau persiapan Iran untuk melancarkan serangan rudal, AS bisa saja kehilangan 100-150 serdadu dan 20-30 pesawat akibat serangan itu.”

DIlansir al-Alam, ini adalah pernyataan dari pejabat militer tertinggi AS di Timur Tengah, yaitu Komandan CENTCOM, Jenderal Frank McKenzie. Pernyataan di atas disampaikan McKenzie saat diwawancarai stasiun televisi CBS soal serangan rudal Iran ke pangkalan Ayn al-Asad di barat Irak Januari tahun lalu.

Hanya kalangan militer yang tahu benar apa makna ucapan McKenzie bahwa “ia tidak pernah menyaksikan serangan semacam itu”.

Jenderal McKenzie adalah Marshal Pasukan Marinir AS, yang sebelum ini adalah Direktur Perencanaan Strategis dan Kebijakan di Staf Gabungan Tentara AS.

Saat ini, ia menjabat sebagai Komandan CENTCOM (The United States Central Command). Semua pos ini adalah jabatan tinggi di satuan militer yang mengklaim sebagai unit militer terkuat dan tertangguh di muka Bumi.

McKenzie pasti sudah turut serta dalam semua perang AS terhadap bangsa-bangsa dunia dalam beberapa dekade terakhir. Artinya, dia adalah seorang militer yang telah menyaksikan dan mengalami berbagai pertempuran.

Ketika orang semacam ini mengakui bahwa ia belum pernah melihat gempuran serupa serangan rudal Iran ke Ayn al-Asad, ini adalah sebuah kesaksian dari pihak musuh terhadap kekuatan militer Iran dan keberanian para personelnya.

Ucapan McKenzie bahwa rudal-rudal Iran akurat dan bisa mengenai titik mana pun yang mereka inginkan, adalah pengakuan gamblang musuh soal perkembangan teknologi dan militer Iran. Padahal selama ini media-media AS, Israel, dan bawahan mereka selalu berusaha meragukan dan meremehkannya. Apakah setelah pengakuan gamblang ini, terompet-terompet media mereka masih berbunyi?

McKenzie sepanjang hidupnya belum pernah melihat serangan sedahsyat itu, padahal itu hanya serangan beberapa rudal saja. Jadi, bila ia melakukan salah perhitungan dan ingin berperang dengan Iran di Kawasan, apa yang akan dikatakannya saat itu?

Pendek kata, orang-orang Arab pelaku normalisasi, yang berharap kepada dukungan AS dan Israel, jangan sampai melewatkan kesempatan untuk menelaah wawancara lengkap McKenzie. Barangkali, sebagaimana Jenderal AS itu telah mengambil pelajaran, wawancara itu bisa menjadi pelajaran bagi mereka yang telah menjual Palestina demi melindungi takhta mereka sendiri.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *