Loading

Ketik untuk mencari

Irak

Ultimatum Terbaru Al-Nujaba: Mulai Sekarang Poros Perlawanan Irak Berhak Serang Kepentingan AS

Ultimatum Terbaru Al-Nujaba: Mulai Sekarang Poros Perlawanan Irak Berhak Serang Kepentingan AS

POROS PERLAWANAN – Jubir al-Nujaba, Nasr al-Shammari menegaskan bahwa sejak saat ini, Poros Perlawanan Irak berhak untuk menyerang target-target AS di negara itu.

Dilansir Fars, al-Shammari dalam wawancara dengan al-Mayadeen menanggapi serangan udara AS ke basis-basis Poros Perlawanan Irak di perbatasan Suriah, mengatakan, ”Semua kesepakatan lalu sudah dibatalkan. Mulai sekarang, Poros Perlawanan berhak untuk menentukan target-targetnya.”

“Kendati menganggap Kedubes AS di Baghdad sebagai sarang mata-mata, Poros Perlawanan menerima untuk tidak menyerangnya,” imbuh al-Shammari.

Ia lalu mengkritik Pemerintah Irak yang hingga kini belum memberi penjelasan terkait serangan AS tersebut.

“Jika Pemerintah enggan mengungkap nama para agen (AS), Poros Perlawanan menyatakan dirinya berkewajiban untuk menindak tegas orang-orang yang membocorkan informasi soal al-Hashd al-Shaabi kepada AS,” tandas al-Shammari.

Jubir Pentagon, John Kirby pada Jumat 26 Februari malam lalu awalnya mengklaim bahwa serangan ke perbatasan Irak-Suriah terjadi dengan koordinasi antara Pentagon dan Pasukan Keamanan Irak. Namun kemudian ia mencabut statemen tersebut.

Meski begitu, kelompok dan tokoh-tokoh Irak merespons keras pernyataan tersebut.

Hadi al-Amiri dalam suratnya kepada PM Irak, Mustafa al-Kadhimi menyatakan, jika klaim Pentagon soal koordinasi AS-Irak itu benar, ini bisa menjadi peristiwa yang berbahaya. Ia menegaskan, hal itu bisa menyebabkan lenyapnya persatuan dan kekompakan antara satuan-satuan militer Irak.

Anggota Komisi Keamanan dan Pertahanan Irak, Karim al-Muhammadawi menyebut serangan AS itu sebagai bukti pelanggaran berulang AS terhadap kedaulatan Irak.

Al-Muhammadawi menegaskan, PM Irak mesti memberi penjelasan terkait kejadian ini, sebab itu merupakan pelanggaran terhadap kedaulatan Irak, juga menimbulkan perpecahan antara Pasukan Keamanan dan Pemerintah Federal.

Ia menyatakan, serangan ke al-Hashd al-Shaabi itu tak akan dibiarkan begitu saja. Jika Pemerintah Irak, kata al-Muhammadawi, serius melindungi putra-putra bangsa, ia harus memberi penjelasan soal insiden itu dan mengadakan penyelidikan sesegera mungkin.

Tags:

2 Komentar

  1. Dedy novi Maret 1, 2021

    Apa sudah punya channel di YouTube ?

    Balas
  2. Dedy novi Maret 1, 2021

    Kapan bikin siaran bersama lagi dengan Maula tv .. dlm program live Bincang Berita ?

    Balas

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *