Kepala al-Hashd al-Shaabi: Kami Dibantu IRGC Lindungi Irak
POROS PERLAWANAN – Kepala al-Hashd al-Shaabi, Falih al-fayyadh menyampaikan apresiasi kepada Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) lantaran melindungi Irak di hadapan kelompok-kelompok teroris.
“Pembubaran pasukan al-Hashd al-Shaabi adalah bunuh diri. Kami berharap Parlemen Irak mengesahkan UU al-Hashd al-Shaabi,” kata al-Fayyadh pada Rabu malam 20 Agustus, Fars mengutip dari al-Jazeera.
“IRGC membantu kami dalam melindungi Irak. Hubungan dengan Koalisi Internasional diatur oleh Pemerintah. Kami berharap deadline hengkangnya pasukan asing dipatuhi.”
“Sebagai sebuah lembaga keamanan, kami mencemaskan situasi Suriah. Kami mengikuti kebijakan Perdana Menteri Irak,” tandasnya.
Parlemen Irak dalam proses mengesahkan UU al-Hashd al-Shaabi, namun Pemerintah AS berupaya menjegal proses tersebut.
Sejak dibentuknya al-Hashd al-Shaabi di tahun 2014, AS secara terang-terangan menentang UU baru untuk menjadikannya sebagai lembaga resmi.
Menlu AS, Marco Rubio berkata kepada PM Irak, Muhammad al-Sudani bahwa “Gedung Putih mengkhawatirkan pengesahan UU al-Hashd al-Shaabi di Parlemen Irak.”
Rubio mengeklaim, pengesahan UU tersebut akan “memperkuat pengaruh Iran dan kelompok-kelompok bersenjata ‘terori’’ yang bakal melemahkan kedaulatan Irak.”
Beberapa waktu lalu, anggota Komisi Keamanan dan Pertahanan Parlemen Irak, Ali al-Bandawi menuding Kedubes AS berupaya untuk melemahkan kedaulatan Irak.
“Kedubes AS di Baghdad menekan para pimpinan politik agar tidak mengesahkan sejumlah UU penting, terutama UU al-Hashd al-Shaabi,” kata al-Bandawi kepada Kanal Televisi al-Furat.
“Pembandingan kejahatan terorganisasi di AS dengan Baghdad yang dilakukan Donald Trump adalah bagian dari upaya untuk melemahkan kedaulatan Irak,” imbuhnya.
Legislator Irak ini menyatakan,”Baghdad memiliki kedaulatan, Parlemen, dan Pemerintahan terpilih. Kami selalu mengecam campur tangan Pemerintah AS atau negara-negara tetangga.”
Menurut al-Bandawi, tujuan dari pernyataan-pernyataan semacam ini adalah mengacaukan perimbangan dan kalkulasi agar Pemerintah AS bisa melakukan intervensi dalam urusan domestik Irak.
