Kisah Bunuh Diri Serdadu Israel yang Mandi 6 Kali Sehari Lantaran Terus Dihantui Bau Busuk Mayat Rekan-rekannya
POROS PERLAWANAN – Media-media Ibrani mengungkap detail terkait seorang serdadu cadangan Militer Israel, Ariel Meir Tamam, yang melakukan bunuh diri pada Senin 28 Juli di rumahnya.
Dilansir Fars, media-media Israel mengutip dari orang-orang yang dekat dengan Meir, bahwa setelah terjadinya Operasi Badai al-Aqsa, dia mandi 6 kali sehari demi menghilangkan bau mayat-mayat yang disentuhnya.
Orang-orang yang dekat dengan Meir mengatakan, dia memberi tahu mereka bahwa bau busuk mayat serdadu Zionis, juga jasad para syuhada Palestina yang terlibat di Operasi Badai al-Aqsa, menempel di pakaiannya. Dia terus mencium bau tersebut. Sebab itu, demi menghilangkan bau tersebut, dia terpaksa mandi berulang kali tiap hari.
Meir bertugas di Sektor Rabi Militer Israel. Setelah dimulainya Operasi Badai al-Aqsa, dia tergabung dalam tim yang mengumpulkan mayat. Oleh karena itu, dia sering menyaksikan banyak mayat Israel yang terbakar dan terluka.
Beberapa pekan lalu, situs Walla memberitakan seorang serdadu Israel, Daniel Edri, yang bunuh diri lantaran dihantui bau mayat-mayat serdadu Israel yang ia bawa dari Gaza. Edri membakar dirinya di salah satu hutan-hutan Safad di utara Tanah Pendudukan.
Walla melaporkan, Edri membawa mobilnya ke sebuah hutan dan memarkirnya di Safad Park. Setelah itu, ia pun melakukan aksi bakar diri. Hal ini dilakukan Edri lantaran ia mengalami gangguan kejiwaan setelah pulang dari perang Gaza.
Ibu Edri berkata, anaknya selalu mengatakan,”Bu, saya mencium bau mayat-mayat dan selalu melihat mereka.”
Menurutnya, kondisi kejiwaan Edri memburuk dengan cepat di beberapa pekan sebelum ia bunuh diri. Ia pun meminta bantuan konsultan kejiwaan untuk menolong anaknya. Namun di sebagian hari, Edri mengalami serangan emosi yang akut, sehingga menghancurkan perabotan rumahnya.
Badan Radio dan Televisi Israel dalam laporan terbarunya mengumumkan, data-data menunjukkan peningkatan bunuh diri di tengah Militer Israel sejak agresi ke Gaza pada Oktober 2023. Sebanyak 54 serdady Zionis telah melakukan bunuh diri dalam rentang waktu ini, termasuk 16 kasus yang tercatat sejak awal tahun 2025.
