Yaman: Keterlibatan Pemerintah Arab-Islam dalam Blokade Gaza Amat Memalukan
POROS PERLAWANAN – Anggota Kantor Politik Ansharullah, Hazam al-Asad menyatakan,”Tahap ke-4 operasi militer kami demi membela Gaza akan menargetkan seluruh perusahaan pelayaran yang bertransaksi dengan pelabuhan-pelabuhan Rezim Zionis tanpa terkecuali, mencakup perusahaan milik negara-negara Arab dan Islam.”
“Selama agresi belum berhenti dan blokade tidak dicabut, Angkatan Bersenjata kami bertekad memperluas operasi militernya terhadap Musuh Zionis, juga seluruh pihak yang mendukungnya serta terlibat dalam pembantaian, pelaparan, dan blokade warga Gaza,” imbuh al-Asad, dikutip Fars dari Kantor Berita Shehab.
“Sungguh memalukan bahwa sebagian Pemerintah Arab dan Islam terlibat dalam blokade dan pelaparan warga Gaza. Sementara di saat yang sama, mereka meningkatkan skala dagang dengan Rezim Zionis.”
Sebelum ini, Angkatan Bersenjata Yaman mengumumkan, kapal yang belum lama ini ditargetkan adalah milik sebuah perusahaan yang kapal-kapalnya beberapa kali mengirim barang dari pelabuhan Turki dan Mesir ke Israel.
Kantor berita resmi Yaman mengutip dari sebuah sumber militer bahwa kapal Eternity C ditargetkan lantaran kaptennya tidak merespons peringatan Angkatan Laut Yaman; peringatan bahwa kapal akan ditarget secara langsung jika tidak memberi jawaban.
Menurut sumber tersebut, kapal itu diserang setelah beberapa kali mengabaikan peringatan dari Angkatan Laut Yaman melalui kanal internasional (16) untuk segera berhenti.
Kapal Eternity C dikelola perusahaan Cosmoship Management SA. Perusahaan ini memiliki sejumlah kapal yang terkoneksi dengan pelabuhan-pelabuhan Rezim Zionis.
Salah satu kapal aktif perusahaan ini adalah kapal HSL Nike. Kapal ini melakukan 4 kali perjalanan pada bulan Maret, April, Juni, dan Juli dari pelabuhan Turki dan Mesir ke pelabuhan Haifa.
Berdasarkan video yang dipublikasikan al-Masirah, rekaman percakapan awak kapal Eternity C membuktikan pelanggaran atas blokade yang diberlakukan Yaman atas pelabuhan-pelabuhan Israel.
Awak kapal Eternity C menyatakan, kapal mereka menuju pelabuhan Eilat setelah bertolak dari pelabuhan Berbera, Somalia.
Mereka mengaku, pelabuhan Jeddah, Saudi, dijadikan destinasi oleh Eternity C demi mengaburkan jejak.
Mereka mengimbau agar kapal-kapal lain tidak menjalin hubungan dagang dengan Israel. Jika tidak, kapal-kapal itu akan bernasib sama dengan Eternity C. Para awak kapal ini juga meminta kepada rakyat Palestina karena telah bergerak menuju Israel.
