Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Komandan Garda Revolusi: Jika AS Menyerang Lagi, Respons Kami Akan Lebih Menghancurkan

POROS PERLAWANAN — Panglima Tertinggi Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Mayor Jenderal Mohammad Pakpour, pada Selasa 24 Juni mengeluarkan peringatan keras kepada Presiden Amerika Serikat, menyusul serangan yang menargetkan fasilitas strategis Iran. Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa setiap agresi lanjutan dari Washington akan dibalas dengan kekuatan yang lebih tegas dan menghancurkan.

“Untuk mengenang para komandan syahid dari barisan muqawamah dan seluruh syuhada dalam serangan brutal baru-baru ini oleh rezim Zionis, saya sampaikan kepada bangsa Iran yang gagah berani dan penuh jasa: setelah tindakan keji dan agresi terang-terangan oleh Amerika Serikat di tanah suci Republik Islam, yang secara langsung menargetkan fasilitas nuklir kami sebagai bentuk dukungan terbuka terhadap rezim Zionis pembunuh anak-anak, putra-putra Perlawanan dari Korps Garda Revolusi Islam, bertawakal kepada Tuhan Yang Maha Esa, telah melancarkan serangan presisi terhadap Pangkalan Al-Udeid, jantung komando strategis Amerika di Asia Barat,” tegasnya, seperti dilansir al-Alam.

Jenderal Pakpour menjelaskan bahwa serangan terhadap pangkalan militer AS di Qatar itu berhasil menimbulkan kerusakan pada sasaran-sasaran strategis yang dijaga dengan sistem pertahanan berlapis.

“Kami mengucapkan selamat kepada rakyat Iran dan keluarga para syuhada atas keberhasilan operasi ini,” lanjutnya. “Namun pada saat yang sama, kami memperingatkan Presiden AS yang gegabah dan dungu yang menggadaikan keamanan rakyatnya demi kelangsungan rezim Zionis yang busuk, bahwa jika ia berani mengulangi agresi terhadap Tanah Air kami yang suci dan bermartabat ini, maka tanggapan kami akan jauh lebih menghancurkan dan menjadi pelajaran pahit yang dicatat sejarah.”

Pernyataan ini dirilis sesaat setelah Operasi Besharat al-Fatah, sebagai bentuk balasan atas eskalasi militer terhadap Republik Islam Iran.

Tags: