Serangan Balasan Telak Iran Sukses ‘Paksakan Gencatan Senjata’ kepada Musuh Zionis, Menyusul Kejayaan Operasi ‘Besharat al-Fath’
POROS PERLAWANAN – Lembaga Penyiaran IRIB dalam sebuah pernyataan pada Selasa 24 Juni, mengumumkan keberhasilan yang memaksa gencatan senjata terhadap rezim Zionis.
Dilaporkan oleh Mehrnews, Lembaga Penyiaran IRIB melalui sebuah pernyataan resmi mengabarkan bahwa gencatan senjata telah dipaksakan kepada rezim Zionis.
Teks lengkap pengumuman sebagai berikut:
“Bangsa Iran yang mulia,
Keberhasilan operasi rudal Pasukan Garda Revolusi Islam (IRGC) sebagai respons terhadap agresi Amerika serta keteguhan dan solidaritas tak tergoyahkan rakyat terhormat kita dalam mempertahankan kedaulatan Tanah Air, telah menjatuhkan kondisi gencatan senjata kepada musuh.
Semalam, hanya beberapa jam setelah serangan rudal sukses Pasukan Garda Revolusi ke Pangkalan Udara Al Udeid milik Amerika di Qatar, Trump dalam pernyataan yang bernada memelas mengajukan permohonan gencatan senjata dalam perang agresif yang dilancarkan rezim Zionis terhadap negara kita. Permohonan Trump ini disampaikan persis setelah pembalasan sukses Pasukan Garda Revolusi semalam terhadap serangan Amerika terhadap fasilitas nuklir kita.
Dalam serangan rudal sukses semalam, Pangkalan Udara Al Udeid milik Amerika di Qatar diluluhlantakkan. Permohonan gencatan senjata dari Trump ini juga muncul setelah dalam beberapa hari terakhir terungkapnya kerentanan ekstrem instalasi-instalasi vital rezim Zionis terhadap rudal-rudal mutakhir Iran.
Permohonan gencatan senjata yang bernada memelas dan menunjukkan kelemahan dari Trump ini juga terjadi setelah sebelas hari perlawanan historis dan penuh pengorbanan dari bangsa Iran yang tegak berdiri, serta solidaritas tanpa preseden seluruh elemen bangsa dalam menghadapi agresi asing yang berhasil menggagalkan segala niat jahat dan tujuan busuk musuh.
Menteri Luar Negeri pada dini hari menyatakan bahwa jika serangan rezim Zionis dihentikan pada pukul 04.00 pagi, maka serangan kita pun akan dihentikan.
Bapak Araghchi dalam pesannya di platform media sosial yang diposting pada pukul 04.16 menegaskan: ‘Sebagaimana telah kami sampaikan berulang kali, rezim Zionis Israel-lah yang memulai peperangan ini, bukan kami. Saat ini belum tercapai kesepakatan mengenai gencatan senjata atau penghentian operasi. Namun dengan prasyarat bahwa rezim Zionis menghentikan serangannya terhadap Iran sebelum pukul 04.00 pagi ini, kami pun tidak berniat melanjutkan aksi pembalasan.’
Menteri Luar Negeri menekankan bahwa keputusan final mengenai penghentian operasi militer oleh Iran akan ditetapkan kemudian.
Dalam postingan terpisah di media sosial, Araghchi sambil menyampaikan penghargaan kepada Angkatan Bersenjata atas respons mereka terhadap musuh hingga detik terakhir menyatakan: ‘Operasi militer Angkatan Bersenjata kita yang perkasa untuk memberikan hukuman kepada Israel terus berlanjut hingga menit terakhir pada pukul 04.00 pagi.’
Menteri Luar Negeri menambahkan: ‘Bersama seluruh rakyat Iran, saya menyampaikan penghormatan kepada Angkatan Bersenjata negara yang siap membela Tanah Air tercinta hingga tetesan darah penghabisan, dan telah membalas setiap serangan musuh hingga saat-saat terakhir.’
Rakyat Iran yang terhormat, di hadapan keteguhan dan perlawanan penuh pengorbanan kalian sebagai bangsa yang tegak berdiri dan penuh harga diri, serta kepahlawanan teladan Angkatan Bersenjata khususnya para kesatria Pasukan Garda Revolusi dan Pasukan Pertahanan Udara Angkatan Darat yang berhasil menjatuhkan gencatan senjata kepada musuh biadab dan kriminal ini, kita harus menundukkan kepala dalam penghormatan. Semoga kejayaan dan kemuliaan ini menjadi milik kalian.”
