Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Komandan Pasukan Quds IRGC Ancam Bab al-Mandab Akan Bernasib Seperti Selat Hormuz

POROS PERLAWANAN — Komandan Pasukan Quds Garda Revolusi Iran, Esmail Qa’ani memperingatkan bahwa Selat Bab al-Mandab dapat menghadapi pembatasan pelayaran serupa dengan Selat Hormuz apabila Israel terus melanjutkan operasi militernya di Lebanon dan Gaza dengan dukungan Amerika Serikat.

Menurut laporan Press TV, dalam pernyataan yang dirilis pada Selasa 2 Juni, Qa’ani menegaskan bahwa eskalasi Israel di Lebanon selatan dan Jalur Gaza akan memaksa Poros Perlawanan memperluas dukungan militernya di berbagai front Kawasan.

Ia menyebut Kelompok-kelompok Perlawanan tidak hanya akan meningkatkan keterlibatan di Lebanon dan Palestina, tetapi juga mengaktifkan front-front lain yang selama ini berada dalam posisi siaga.

“Rezim Zionis yang bangkrut harus memahami bahwa kejahatan simultan di Lebanon selatan dan Gaza akan menyeret mereka ke pusaran operasi Hizbullah dan badai baru para pejuang Palestina,” kata Qa’ani.

Dalam pernyataannya, ia juga memperingatkan bahwa situasi navigasi di Selat Bab al-Mandab dapat dibuat setara dengan kondisi di Selat Hormuz apabila agresi Israel terus berlangsung.

Pernyataan tersebut memiliki makna strategis besar karena Bab al-Mandab merupakan salah satu jalur pelayaran paling penting di dunia. Selat yang terletak di antara Yaman dan Tanduk Afrika itu menjadi lintasan utama kapal tanker minyak dan perdagangan internasional yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden dan Samudera Hindia.

Ancaman Qa’ani muncul di tengah meningkatnya ketegangan regional menyusul berlanjutnya konflik antara Iran, Israel, dan sekutu-sekutunya di Kawasan.

Iran sebelumnya telah melancarkan lebih dari 100 gelombang serangan balasan dalam operasi yang disebut “True Promise 4” setelah meningkatnya konfrontasi dengan Israel sejak akhir Februari.

Di saat bersamaan, gencatan senjata rapuh yang dimediasi Pakistan sejak awal April disebut belum mampu menghentikan serangan Israel di Lebanon selatan dan Gaza. Serangan-serangan tersebut terus menimbulkan korban sipil dan memperbesar risiko meluasnya perang regional.

Iran juga berulang kali menegaskan bahwa setiap kesepakatan akhir dengan Amerika Serikat harus mencakup penghentian menyeluruh operasi militer di seluruh front konflik, termasuk Lebanon.

Ancaman terkait Bab al-Mandab juga memperlihatkan semakin kuatnya keterkaitan antarfront dalam strategi Poros Perlawanan. Dalam beberapa bulan terakhir, Gerakan Ansharullah di Yaman telah beberapa kali meluncurkan rudal dan drone terhadap kapal-kapal yang terhubung dengan Israel dan kapal perang Amerika Serikat di kawasan Laut Merah sebagai bentuk solidaritas terhadap Palestina dan Iran.

Peringatan terbaru dari Qa’ani menunjukkan bahwa Iran dan kelompok-kelompok sekutunya kini semakin terbuka menghubungkan konflik Gaza, Lebanon, Laut Merah, dan Teluk Persia dalam satu poros konfrontasi regional yang saling berkaitan.

Apabila ancaman terhadap jalur pelayaran internasional benar-benar meningkat, dampaknya diperkirakan tidak hanya terbatas pada aspek militer, tetapi juga dapat mengguncang perdagangan global dan stabilitas energi dunia.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *