Lavrov: Reaksi Eropa Terkait Pengadilan Navalny Sudah Lampaui Batas - POROS PERLAWANAN
Loading

Ketik untuk mencari

Rusia

Lavrov: Reaksi Eropa Terkait Pengadilan Navalny Sudah Lampaui Batas

Lavrov: Reaksi Eropa Terkait Pengadilan Navalny Sudah Lampaui Batas

POROS PERLAWANAN – Menlu Rusia, Sergey Lavrov mengkritik sikap sebagian negara Eropa dalam masalah oposisi Pemerintah Moskow, Alexei Navalny.

Dikutip Fars dari kantor berita TASS, Lavrov dalam jumpa pers bersama Menlu Yordania Ayman al-Safadi mengatakan, ”Peliputan berita oleh Barat terkait sejumlah peristiwa terbaru di Rusia, bukan hanya soal Navalny, dilakukan secara tebang pilih dan sepihak.”

“Perilaku emosional (Eropa) terhadap vonis atas Navalny yang kami saksikan sudah melewati batas,” imbuhnya.

Ia mengingatkan, ketika ada orang-orang yang melakukan demonstrasi di jalanan atau melakukan pengrusakan fasilitas transportasi umum di negara-negara seperti Jerman, Prancis, dan AS, mereka pasti akan dijatuhi denda atau dihukum penjara.

“Ketika orang-orang melakukan demonstrasi ilegal, aparat keamanan mereka menindak para pendemo lebih kasar dari perlakuan aparat keamanan Rusia,” tandas Lavrov.

Ia lalu menyinggung langkah simbolis Kemenlu Rusia dan mengatakan, ”Hari ini (Rabu) saya telah mengirim sebuah video kepada Staf Uni Eropa untuk Urusan Luar Negeri, Josep Borrell, yang rencananya akan melawat ke Rusia Jumat besok.”

“Dia (Borrell) bisa mengenal pandangan kami tentang fakta-fakta tertentu di kedua belah pihak, alih-alih melontarkan klaim-klaim Barat. Dalam budaya politik dan diplomatik kami, tidak ada tempat untuk statemen yang tidak santun. Kami adalah orang-orang sopan, yang menegakkan keadilan melalui cara yang beradab,” tutur Lavrov.

Navalny, yang dijatuhi hukuman bersyarat dalam kasus Rocher, dicantumkan dalam DPO Pemerintah Rusia, setelah mangkir hadir dari sejumlah sidang penyidikan. Dia menjadi buron Polisi Federal Rusia sejak 29 Desember 2020 lantaran terus melanggar aturan yang ditetapkan.

Sebelum ini, Navalny divonis hukuman penjara selama 3,5 tahun. Lantaran ia telah melewati sebagian masa hukumannya di rumah, ia mesti dipenjara selama 2,8 tahun sisanya. Para pejabat Rusia menyatakan, Navalny telah melanggar aturan karena tidak melaporkan posisinya selama menjalani tahanan rumah.

Sejumlah pendukung Navalny turun ke jalanan Moskow pada Selasa 2 Februari lalu, kendati demo telah dinyatakan terlarang oleh Pemerintah Rusia.

Mereka memprotes vonis hukuman penjara atas Navalny. Beberapa orang dari pendemo pun ditangkap oleh aparat keamanan Rusia.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *