Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Mantan Menlu Israel Cemaskan Kondisi Mental dan Kejiwaan Netanyahu

Mantan Menlu Israel Khawatirkan Kondisi Mental dan Kejiwaan Netanyahu

POROS PERLAWANAN – Ketua Partai Yisrael Beiteinu dan anggota Knesset, Avigdor Lieberman menyatakan, dia sangat mencemaskan kondisi kejiwaan Benyamin Netanyahu yang menjadi buronan Mahkamah Pidana Internasional.

“Saya mengenal Netanyahu selama bertahun-tahun. Saya mengalami berbagai periode naik turun bersamanya. Namun apa yang saya lihat dalam beberapa bulan terakhir, baik di Knesset atau di televisi secara singkat, membuat saya mencemaskan stabilitas mental Netanyahu,” kata Lieberman dalam wawancara dengan Kanal 13, diberitakan al-Alam.

Saat Lieberman ditanya tentang pengumuman pencalonannya untuk posisi Perdana Menteri Israel, dia menjawab,”Saya pernah menjabat sebagai Menlu, Menhan, dan Menkeu. Saya punya reputasi kerja. Saya satu-satunya orang yang sebelumnya telah memperingatkan kejadian-kejadian 7 Oktober.”

Dalam tulisan yang dimuat di situs Ibrani, Walla, Lieberman menulis:”Upaya Netanyahu untuk mengkambinghitamkan Kepala Shin Bet, Ronen Bar, terkait kejadian 7 Oktober sangat memprihatinkan. Padahal semua tahu bahwa penanggung jawab utamanya adalah Netanyahu sendiri.”

“Bukan tanpa alasan jika Netanyahu menghalangi pembentukan Komite Investigasi di Israel, sebab segalanya dicatat dan didokumentasikan kata per kata.”

Sebelum ini, harian Yedioth Ahronoth dalam laporannya menyatakan, para pakar meyakini bahwa pemecatan Bar dari jabatan Kepala Shin Bet adalah tanda meningkatnya krisis internal antara berbagai instansi konstitusional, keamanan, dan militer dengan Kabinet Netanyahu dan pendukung sayap kanan radikalnya.

Ditujukan kepada para Menteri Israel, Bar mengatakan,”Lantaran instruksi dari Perdana Menteri, kalian tidak mengetahui berbagai detail. Tujuan penyingkiran saya dari Tim Negosiator adalah melakukan perundingan tanpa meraih kesepakatan.”

“Keputusan untuk memecat saya ada kaitannya dengan penyelidikan tentang orang-orang dekat Netanyahu yang menerima uang dari Qatar,” ujar Bar.

Tags: