Loading

Ketik untuk mencari

Yaman

Media Israel: Ultimatum Mahdi Al-Mashat Ciptakan Kekhawatiran Ekonomi

POROS PERLAWANAN – Sejumlah media berbahasa Ibrani melaporkan meningkatnya kekhawatiran sejumlah kalangan terutama di sektor ekonomi dan keamanan Israel setelah pernyataan terbaru dari Ketua Dewan Politik Tertinggi Yaman, Mahdi al-Mashat, yang menyerukan perusahaan internasional untuk menarik diri dan segera hengkang dari Wilayah Pendudukan Palestina.

Mengutip laporan kantor berita Tasnim, Selasa 3 Juni, sejumlah outlet media dan analis Israel mengakui bahwa seruan Al-Mashat memiliki dampak signifikan, terutama di tengah meningkatnya ketegangan regional dan keberlanjutan operasi militer yang diklaim dilakukan oleh pasukan Yaman terhadap kepentingan ekonomi Israel.

Dalam sebuah laporan yang dirilis oleh situs berita Ames (situs arkeologi dan lokasi bersejarah di Israel), disebutkan bahwa ancaman Al-Mashat terhadap perusahaan asing yang beroperasi di Wilayah Pendudukan telah menimbulkan kekhawatiran serius di kalangan lembaga ekonomi dan keamanan Israel. Ada kekhawatiran bahwa kelompok Ansharullah, yang berbasis di Yaman, dapat melancarkan operasi militer terhadap perusahaan-perusahaan tersebut atau mengganggu jalur perdagangan yang terhubung dengan mereka.

Kanal penyiaran publik Israel, KAN, juga memperingatkan bahwa ancaman terbaru ini menandai pergeseran strategi yang lebih luas dari Kelompok Ansharullah. “Setelah serangan terhadap Bandara Ben-Gurion, kini Kelompok tersebut tampaknya menargetkan aspek ekonomi Israel, dengan tujuan memberikan pukulan yang lebih dalam terhadap stabilitas dan investasi asing”, tulis saluran tersebut.

Media Israel lainnya mencatat bahwa pernyataan Al-Mashat bisa berdampak pada kehidupan sehari-hari di Israel dan memicu ketakutan di kalangan investor global yang mempertimbangkan kelanjutan operasional mereka di wilayah tersebut.

Laporan yang beredar menyebutkan bahwa sejumlah perusahaan asing telah mulai mempertimbangkan atau bahkan memulai proses penarikan dari Wilayah Pendudukan, menyusul meningkatnya ancaman dan keberlanjutan serangan rudal dan drone di kawasan strategis, termasuk serangan baru-baru ini di Bandara Ben-Gurion.

Pada akhirnya, berbagai media Ibrani memperingatkan bahwa konfrontasi yang terus berlanjut antara Israel dan Kelompok Ansharullah dapat mengarah pada konflik jangka panjang dengan konsekuensi ekonomi yang tidak bisa diabaikan oleh pihak Tel Aviv.

Tags: