Militer Iran Ancam Respons Tegas jika Blokade Laut AS Berlanjut
POROS PERLAWANAN — Komando Militer Pusat Iran memperingatkan Amerika Serikat akan menghadapi respons tegas jika terus melanjutkan blokade laut terhadap pelabuhan dan kapal Iran di Kawasan.
Mengutip Press TV pada Sabtu 25 April, dalam pernyataan resmi, Markas Besar Khatam al-Anbiya menyebut tindakan AS sebagai “pembajakan, blokade, dan perampasan di laut”. “Jika Militer agresor AS terus melanjutkan blokade, pembajakan, dan aksi di laut, mereka pasti akan menghadapi reaksi dari Angkatan Bersenjata Iran yang kuat,” demikian pernyataan tersebut.
Komando tersebut menegaskan bahwa Militer Iran kini memiliki kekuatan dan kesiapan yang lebih tinggi dibandingkan sebelumnya untuk mempertahankan kedaulatan, integritas wilayah, dan kepentingan nasional. Washington juga diingatkan bahwa sebagian kekuatan militernya telah merasakan kemampuan ofensif Iran dalam agresi terbaru terhadap negara itu yang dimulai pada 28 Februari.
Pernyataan itu juga menegaskan Iran akan terus memantau pergerakan pihak lawan di Kawasan, sembari mempertahankan kendali penuh atas Selat Hormuz sebagai jalur strategis. “Kami siap dan bertekad memberikan kerugian yang lebih besar kepada agresor Amerika dan Zionis jika terjadi pelanggaran baru,” lanjutnya.
Ketegangan meningkat seiring kebijakan blokade laut yang diberlakukan AS terhadap Iran, termasuk upaya operasi penyapuan ranjau di Selat Hormuz. Teheran menilai langkah tersebut melanggar hukum serta bertentangan dengan kesepakatan gencatan senjata yang mulai berlaku pada 8 April dan diperpanjang secara sepihak oleh Presiden Donald Trump beberapa jam sebelum berakhir pada 22 April.
Iran menegaskan tidak akan menerima tekanan atau syarat apapun dari Amerika Serikat dan tidak akan berunding dalam bayang-bayang ancaman. Presiden Masoud Pezeshkian sebelumnya menyatakan bahwa blokade dan pelanggaran komitmen oleh AS menjadi hambatan utama dalam menghidupkan kembali perundingan untuk mengakhiri perang.
