Loading

Ketik untuk mencari

Analisa

Militer Israel Disiagakan dalam Setahun Terakhir, Bukti Ketakutan atas Pembalasan Iran?

Militer Israel Disiagakan dalam Setahun Terakhir, Bukti Ketakutan atas Pembalasan Iran?

POROS PERLAWANAN – Dilansir al-Alam, Menteri Energi Israel mengatakan bahwa pasca teror terhadap Syahid Qassem Soleimani, Militer Israel disiagakan selama satu tahun terakhir.

Pada hakikatnya, statemen Menteri Energi Israel ini merupakan pengakuan implisit terhadap peran Tel Aviv dalam teror Syahid Soleimani, juga deklarasi resmi ketakutan Israel bahwa proyek pembalasan Iran akan mencakup bagian dari geografinya.

Selain dua hal ini, statemen di atas menunjukkan kegagalan upaya Israel di masa kepresidenan Donald Trump untuk menyeret Iran dan AS dalam konflik, serta melibatkan Washington dalam perang yang di situ AS mewakili Israel dan sejumlah negara anteknya di Kawasan untuk menghadapi Teheran.

Menteri Israel memublikasikan kabar kesiagaan Militer Israel ini dalam peringatan setahun gugurnya Syahid Soleimani, juga setelah adanya peringatan dari Menlu Iran soal perangkap yang dipasang Tel Aviv untuk menyeret AS memerangi Iran.

Di saat yang sama, hal ini menunjukkan bahwa berita dan laporan soal “gentingnya situasi di Kawasan” yang gencar dipublikasikan akhir-akhir ini, tak lebih dari sebuah propaganda dan perang urat saraf.

Berita, laporan, dan analisis bahwa Iran akan “membalas dendam” pada peringatan setahun teror Syahid Soleimani umumnya berasal dari media-media Israel. Namun sebenarnya, meski Teheran kerap kali menegaskan keniscayaan pembalasan, namun Iran tak pernah membicarakan waktu, tempat, dan cara pembalasan itu.

Tiada keraguan bahwa Israel akan berusaha maksimal untuk memanfaatkan situasi kepergian Trump dari Gedung Putih guna mengadu domba AS-Iran demi kepentingannya. Namun sebenarnya upaya semacam ini sudah pernah dilakukan, terutama dalam setahun terakhir.

Dalam setahun terakhir, Israel berkali-kali menyerang Suriah, mengeruhkan kondisi politik Lebanon, dan menggunakan peristiwa penembakan drone AS dan serangan ke Ayn al-Asad sebagai bahan untuk memprovokasi Trump. Namun semua ini tidak membantu Netanyahu untuk meraih tujuannya.

Tampaknya, hal yang paling berperan dalam mencegah konfrontasi Trump dengan Iran adalah bahwa dalam pandangan Presiden AS, perang dengan Iran dan Poros Perlawanan mungkin mudah dilakukan di awalnya. Namun jalan keluar darinya pasti akan sangat sulit.

Mesti ditunggu sampai kapan kondisi siap siaga Militer Israel akan berlanjut.

Sebenarnya, selain pembalasan atas teror Syahid Soleimani, Israel juga punya kekhawatiran soal pembalasan Iran atas gugurnya ilmuwan nuklir terkemuka, Mohsen Fakhrizadeh.

Juga masih ada kemungkinan keterlibatan Tel Aviv dalam sejumlah kasus, seperti sabotase di fasilitas nuklir Natanz dan selainnya, yang mesti kita tunggu pengumuman resmi dari Iran perihal kasus-kasus ini.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *