Netanyahu Ingin Akhiri Perang Gaza: Janji Kosong di Ujung Laras Senjata
POROS PERLAWANAN — Di tengah reruntuhan Gaza, di atas puing-puing kemanusiaan, rezim penjajah akhirnya mulai merancang narasi baru, kapan perang ini akan “diakhiri”.
Menurut laporan Anadolu, mengutip sumber keamanan Israel, Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu dikabarkan ingin mengakhiri agresi brutal di Jalur Gaza pada Oktober 2025, tepat dua tahun setelah genosida ini diluncurkan pada Oktober 2023.
Surat kabar Israel Hayom pada Senin 28 April memberitakan tentang sumber keamanan senior Israel, tanpa identitas jelas mengungkapkan bahwa Netanyahu, dalam pembicaraan tertutup, berkata: “Saya ingin perang Gaza berakhir Oktober mendatang.”
Namun sebagaimana kebanyakan janji politik Tel Aviv, kata “ingin” bukanlah “akan”. Sumber yang sama menambahkan bahwa perang mungkin diakhiri “lebih cepat” jika tujuan-tujuan militer tercapai. Sebuah kata “jika” yang menggantung di atas darah, peluru, dan bom yang masih menghujani Gaza hari ini.
Realitas di lapangan berbicara lain. Gaza masih diblokade, pembunuhan massal masih berlangsung, dan upaya pemusnahan bangsa Palestina masih digencarkan dengan kedok operasi militer.
Netanyahu berbicara tentang tanggal, tetapi tidak tentang pertanggungjawaban. Dia menawarkan ilusi akhir perang, tanpa menyebutkan pemulihan Gaza, pengembalian pengungsi, penghentian blokade, atau penuntutan para penjahat perang.
Lebih mencoloknya lagi, hingga saat ini tidak ada pernyataan resmi dari otoritas Israel mengenai klaim “pengakhiran perang”. Semuanya tetap dalam wilayah off the record, seperti biasa, permainan opini publik tanpa komitmen nyata.
Oktober 2025?
Bagi Gaza yang hancur, itu hanyalah tanggal lain dalam kalender penderitaan. Sedangkan bagi Poros Perlawanan, itu hanyalah tanda bahwa musuh mulai menghitung mundur kekalahannya sendiri.
Karena dalam perang yang dipertahankan dengan darah, bukan dengan propaganda, batas waktu sesungguhnya tidak ditentukan oleh pernyataan Netanyahu, melainkan oleh kehendak rakyat yang tidak pernah tunduk dan tekad kuat bangsa yang pantang lesu.
