Loading

Ketik untuk mencari

Yaman

Gelombang Perlawanan Yaman Terus Menggema di Lautan

POROS PERLAWANAN — Dalam babak terbaru dari konfrontasi sengit melawan Koalisi Agresor, Angkatan Bersenjata Yaman mengumumkan bahwa kapal induk Amerika USS Harry S. Truman dan kapal-kapal perangnya telah menjadi target serangan militer terkoordinasi.

Serangan ini merupakan jawaban sah terhadap agresi brutal Amerika terhadap rakyat Yaman, serta kejahatan berkelanjutan terhadap rakyat Palestina.

Menurut laporan Sabanews, pada Senin 28 April, Brigadir Jenderal Yahya Saree menyatakan bahwa operasi gabungan ini melibatkan rudal jelajah, rudal balistik, drone tempur, dan unit-unit Angkatan Laut, menunjukkan bahwa Perlawanan bukan hanya bertahan, melainkan juga berani menghantam jantung kekuatan musuh saat ini.

“Akibat serangan ini, kapal induk Amerika itu terpaksa mundur dan menarik diri dari posisi ofensifnya menuju utara Laut Merah,” tegas Saree.

Peringatan dari Yaman telah jelas bahwa selama agresi terhadap Yaman dan Gaza berlanjut, semua kapal perang Amerika dan Israel di Laut Merah dan Laut Arab akan tetap menjadi sasaran sah.

Sebagai bagian dari solidaritas aktif terhadap rakyat Palestina, Angkatan Udara Yaman juga menargetkan instalasi vital Zionis di Ashkelon menggunakan drone tempur Yaffa. “Perlawanan kami lintas front ini adalah bagian dari keharusan moral dan kemanusiaan, sampai darah para korban menemukan keadilan,” tambah Saree.

Ajakan untuk Menyatukan Barisan Global

Hari ini, Yaman bukan hanya membela Tanah Airnya, melainkan telah berdiri sebagai bagian dari front global yang menolak hegemoni senjata dan embargo yang diberlakukan oleh Amerika dan Zionis terhadap bangsa-bangsa merdeka.

Setiap rudal yang diluncurkan, setiap drone yang dikirim, adalah pesan bagi dunia bahwa dominasi bersenjata dapat ditantang, bahwa lautan pun tidak lagi menjadi monopoli mereka yang mengaku adidaya.

Perlawanan adalah bahasa baru keadilan. Adapun Yaman, hari ini, adalah suara dunia yang tidak mau tunduk di hadapan hegemoni dan kezaliman para tiran.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *